Pengamat: Tiga Tokoh Perempuan Layak Masuk Bursa Pilkada Rembang

Tuesday, 16 June 2020 | 19:13 WIB

Umi Jazilah Salim (Kiri), Raabiatul Bisyriyah Sybt (Tengah), dan Vivit Dinarini Atnasari (Kanan), ketiga nama tokoh perempuan yang disebut layak masuk Bursa Pilkada Rembang 2020. (Sumber Foto: Facebook dan rembangsatu.com)

REMBANG, mataairradio.com – Sejak ditetapkan Pilkada Rembang digelar Desember 2020, banyak pihak mulai tancap gas untuk mempersiapkannya, baik itu bakal calon yang berniat untuk maju maupun politisi dari berbagai parpol. Banyak nama yang mulai muncul, namun kebanyakan adalah nama-nama lama politisi Rembang.

Syaikho Rosyidi Pengamat politik dari STIE YPPI Rembang berpendapat, nama-nama yang masuk dalam bursa Pilkada mendatang mayoritas dari kalangan laki-laki.

Dirinya tidak menafikan adanya peluang untuk pemimpin Rembang ke depan adalah sosok perempuan.

Syaikho yang seorang Dosen asal Desa Langgar Kecamatan Sluke ini menegaskan, di Rembang ada tiga sosok perempuan yang layak masuk bursa Pilkada Rembang 2020.

Menurut Syaikho, hal itu di dasarkan lantaran ketiga nama tersebut sudah memiliki cukup modal, baik itu modal sosial, politik maupun modal finansial.

Yang pertama adalah Umi Jazilah Salim istri mantan Bupati Moch. Salim yang dianggap mempunyai peluang besar karena berpengalaman mendampingi suaminya menjadi Bupati selama dua periode. Selain itu Jazilah juga dikenal sebagai pengusaha perempuan yang berhasil.

Kemudian yang kedua Vivit Dinarini Atnasari, yang merupakan istri Wakil Bupati Bayu Andrianto. Di sisi lain Vivit juga menjabat sebagai Ketua KONI Rembang.

“Ditambah lagi Vivit adalah puteri dari Atna Tukiman yang dianggap sebagai orang terkaya di Rembang. Jadi selain modal politik juga mempunyai modal finansial yang kuat,” ungkapnya.

Lalu yang ketiga adalah Raabiatul Bisyriyah atau yang akrab disapa Ning Iyah, adalah salah satu puteri Ulama Kharismatik, Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Ning Iyah saat ini menjabat sebagai Ketua PC Fatayat NU Rembang dan dipastikan mempunyai massa serta simpatisan dari kalangan Nahdliyin yang merata di setiap wilayah. Apalagi basis kultural Rembang adalah kaum Nahdliyin.

“Peluang tersebut juga belum tertutup karena dari tiga tokoh tersebut mempunyai kedekatan kultural dengan partai politik,” imbuhnya, saat dihubungi reporter mataairradio.com pada Selasa (16/6/2020) pagi.

Lina Nuraini, mantan Aktivis Kampus STIE YPPI Rembang sepakat dengan munculnya sosok perempuan sebagai alternatif pemimpin. Menurutnya antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan dalam memimpin.

Bahkan banyak pemimpin perempuan yang dianggap berhasil dalam kepemimpinannya seperti Margaret Thatcher mantan Perdana Menteri Britania dan Angela Markel seorang Kanselir Jerman.

“Di tingkat dalam negeri, publik mengenal Megawati Soekarnoputri dan Tri Risma Harini yang memipin Kota Surabaya,” ujarnya.

 

Penulis: Mohammmad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan