Penetapan Calon Tersangka Tunggu Pemeriksaan Ahli

Selasa, 5 Maret 2013 | 16:00 WIB
Gedung anyar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno.

Gedung anyar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kepolisian Resor Rembang belum akan menetapkan calon tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pembangunan gedung anyar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno.

Menurut Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto yang dihubungi reporter MataAir Radio, Selasa (5/3) pagi, untuk menetapkan calon tersangka, pihaknya harus menunggu hasil serangkaian pemeriksaan yang melibatkan ahli konstruksi atas bangunan yang bernilai Rp7,795 miliar.

Dari pemeriksaan, kata Kapolres, akan diketahui apakah dalam pembangunan gedung tiga lantai tersebut terdapat penyimpangan konstruksi yang berpotensi merugikan negara atau tidak.

Jika diketahui menyimpang, maka pihak kepolisian akan melayangkan surat ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah untuk dilakukan perhitungan kerugian negara.

Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto menambahkan, pemeriksaan oleh ahli antara lain untuk memastikan kualitas konstruksi dalam pembangunan gedung tersebut.

Ahli konstruksi ini, menurut Kapolres akan bekerja dalam dua minggu dan hasilnya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk meminta BPKP turun tangan melakukan perhitungan kerugian negara.

Kasus dugaan penyimpangan pembangunan gedung di bagian barat-selatan RSUD dr R Soetrasno Rembang itu bermula dari molornya pengerjaan proyek dari kontrak yang disepakati. Pengerjaan proyek yang disepakati dimulai pada 31 Mei 2012, mestinya rampung pada 27 Oktober 2012.

Namun kemudian di-addendum menjadi harus tuntas pada 6 Desember 2012. Kepolisian mencium adanya ketidakberesan di balik addendum dan kualitas bangunan anyar yang akan menampung sepuluh kamar perawatan kelas VIP dan lift antarlantai tersebut. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan