Pencurian Ternak Sapi kembali terjadi di Sluke

Jumat, 17 November 2017 | 14:53 WIB

Polisi bersama Agus saat berada di kandangnya, dengan sapi yang sudah raib pada Jumat (17/11/2017) dini hari. Untungnya, sapi milik Agus ini ditemukan ditambatkan di pohon mangga, di tepi Jalan Pantura desa setempat pada pagi harinya. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Pencurian ternak sapi kembali terjadi di Kecamatan Sluke, tepatnya di Dukuh Tawangrejo Desa Sluke, Jumat (17/11/2017) dini hari.

Tiga ekor sapi masing-masing dua ekor betina milik Sarmuji dan satu ekor betina milik Sunar, raib. Nilai tiga ekor sapi itu sekitar Rp32 juta.

Aksi pencuri terbilang nekat, mengingat lokasi kandang-kandang yang sapinya dimalingi terbilang dekat dengan permukiman warga.

Hanya memang, di dukuh itu tidak sedang ada kegiatan ronda malam.

Kepala Desa Sluke Tulus Priyo Prasetyo mengatakan, sebenarnya ada satu lagi warga yang kehilangan sapi, yakni Agus Supriyanto.

“Namun sapi jantan milik Agus ini akhirnya ditemukan ditambatkan di pohon mangga, di tepi Jalan Pantura wilayah Desa Sluke,” katanya kepada mataairradio.com.

Menurut Kades, Agus yang terjaga dari tidur pada sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, melihat pintu kandang sapinya terbuka. Setelah dicek, sapinya sudah tidak ada di dalam kandang.

Agus pun berganti menengok kandang sapi milik Sarmuji yang merupakan ayah mertuanya. Pintu kandang itu pun terbuka, dan dua ekor sapi di dalamnya, raib.

Agus bergegas melapor kepada Slamet, bayan desa setempat. Keduanya lantas menyamperi kandang sapi milik Sunar, warga Desa Sanetan yang ada di dukuh itu.

Kandang Sunar juga terbuka, dan sudah tidak ada lagi sapi di dalamnya.

Agus dan Slamet akhirnya mengadukan peristiwa ini ke Polsek Sluke.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Sluke Aiptu Yudi Kristianto membenarkan adanya kejadian warga kehilangan sapi di Desa Sluke.

Beberapa saat setelah kejadian, menurutnya, beberapa orang warga datang ke Mapolsek untuk meminta bantuan keamanan.

Pihaknya sudah langsung turun tangan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan penyelidikan.

Yudi mengatakan, warga yang merasa kehilangan sapi belum memberikan laporan resmi kepada polisi.

Mereka memilih berupaya mencari terlebih dahulu sapi-sapi yang hilang itu, mengingat ada satu ekor sapi yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang, ternyata ditemukan di tepi jalan.

“Kami persilakan mereka untuk mencari di daerah sekitar atau sampai ke pasar hewan dulu. Mereka memang belum membuat laporan resmi ke polisi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan