Mantri dan Mandor Gagalkan Pencurian Kayu Hutan

Selasa, 5 Februari 2013 | 13:56 WIB
Barang Bukti Kayu Curian

Barang Bukti Kayu Curian

BULU – MataAirRadio.net, Sembilan orang beraksi mencuri kayu di hutan Petak 75C masuk Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, Senin (4/2) sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, aksi mereka berhasil digagalkan oleh seorang mantri dan mandor hutan.

Ajun Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan Mantingan Mochammad Risqon kepada reporter MataAir Radio, Selasa (5/2) mengungkapkan, awalnya kesembilan pelaku diketahui mencuri dua batang jati dengan panjang antara empat hingga lima meter di hutan Petak 75C wilayah Resor Pemangkuan Hutan Kedungrejo BKPH Medang.

Namun saat itu, manti atau Kepala RPH Kedungrejo bernama Pariyo dan seorang mandor bernama Muchid Chuzaini memilih tidak langsung menangkap mereka alias mengintainya terlebih dahulu.

Kesembilan orang pelaku akhirnya disergap oleh mantri dan mandor itu saat sampai di hutan Petak 95 RPH setempat. Namun saat disergap, salah seorang pelaku diduga kaget dan seketika melakukan perlawanan.

Kepala RPH Kedungrejo Pariyo terkena luka sabetan senjata tajam jenis sabit sehingga mengalami luka robek sepanjang dua centimeter di pelipis kanan. Sementara kesembilan pelaku berhasil kabur dengan meninggalkan dua batang jati sebagai barang bukti.

Ajun Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan Mantingan Mochammad Risqon mengaku sudah melaporkan aksi pencurian tersebut ke pihak kepolisian. Saat ini kesembilan pelaku masih dalam perburuan petugas.

Secara khusus Mochammad Risqon menyatakan, wilayah hutan di BKPH Medang tidak tergolong rawan tindak pencurian. Sebab, sejauh ini KPH Mantingan masih menetapkan BKPH Kalinanas sebagai wilayah hutan yang paling rawan disantroni maling kayu.

Menurutnya, kendati BKPH Medang tidak termasuk sebagai wilayah hutan yang rawan pencurian, namun saat ini hampir semua mantri dan mandor di kawasan itu tengah disibukkan dengan penanaman dan persiapan pembibitan. Diduga, kesibukan tersebut dimanfaatkan oleh pencuri untuk beraksi. Apalagi, musim hujan diduga juga menjadi pilihan pelaku untuk memuluskan aksinya.

Sementara itu, Asisten Perhutani atau Apser Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Medang, Bambang Suharyono mengungkapkan dari kesembilan pelaku, pihaknya sudah mengantongi lima nama masing-masing berinisial STJ, WT, BPR, SWR, dan JD yang diduga terlibat.

Kelimanya merupakan warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Polisi kini tengah memburu para pelaku tersebut. (Pujianto)

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan