“Ibu” Kita Terancam Penambangan Liar

Monday, 22 April 2013 | 14:03 WIB
Penambangan di Kabupaten Rembang

Aktivitas Penambangan di Kabupaten Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Hari pengamatan tentang bumi memang dicanangkan setiap tahun pada 22 April dan kemudian diperingati secara internasional sebagai Hari Bumi sejak 1970. Namun perusakan terhadap bumi seperti penambangan liar masih terus berlanjut secara sistematis, masif, dan cepat, tak terkecuali di Kabupaten Rembang.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Kabupaten Rembang, Ming Ming Lukiarti saat dihubungi reporter MataAir Radio menandaskan, bumi adalah “Ibu” kita.

Di Rembang, menurutnya, memang banyak aktivitas penanaman sebagai bentuk penghijauan. Namun Ming Ming menilai, upaya itu masih belum diimbangi dengan langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Ia pun lantas mencontohkan masih cenderung banyaknya aksi penambangan liar dan penebangan hutan. Karena itu, pada Hari Bumi kali ini pihaknya menyuarakan pentingnya menjaga bumi dan mencintainya seperti ibu kita. Ming Ming menegaskan, selama ini kita menyusu pada bumi dalam bentuk mata air.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Purwadi Samsi menyatakan, setiap manusia wajib merawat dan ramah dengan bumi kita. Karena semua bencana, termasuk baik dan tidaknya bumi, terletak pada kesadaran manusia itu sendiri.

Menurut Purwadi, tidak hanya kesadaran, Pemerintah perlu pula mengajak warganya agar lebih peduli dengan bumi. Pihaknya berharap agar setiap pengusaha bisa menjadi pelopor ramah lingkungan dan saling menjaga bumi.

Ia tak menampik bahwa pemanasan global dan bencana alam yang mengancam keselamatan manusia adalah buah dari ulah manusia atau pengusaha tambang yang tidak mau peduli lingkungan.

MataAir Radio mencatat, aktivitas penambangan liar dan eksploitasi alam yang tidak mengindahkan kaidah lingkungan dan keselamatan memang masih dijumpai di kabupaten ini.

Setidaknya hal itu terlihat dari beberapa aktivitas penambangan yang berujung pada protes warga dan teguran dari Pemerintah Kabupaten Rembang karena minimnya kesadaran reklamasi pascatambang dari pihak pengusaha. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan