Pemuda Trembes Lindungi Makam Keramat dengan Tanam Pohon

Senin, 13 Januari 2020 | 19:31 WIB

Kegiatan penanaman pohonyang dilakukan Karang Taruna “Trembes Bersatu” Desa Trembes Kecamatan Gunem pada Ahad (12/1/2020). (Foto: mataairradio.com)

 

 

GUNEM, mataairradio.com – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna “Trembes Bersatu” Desa Trembes Kecamatan Gunem menggelar kegiatan penanaman pohon di area perbukitan milik Perum Perhutani pada Ahad (12/1/2020) siang tepatnya pukul 14.00 waktu setempat.

Penanaman pohon tersebut selain dimaksudkan sebagai penghijauan, juga untuk melindungi makam “Mbah Mrancang” yaitu salah seorang pemuka agama yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Lokasi makam ada di atas bukit sedangkan kondisi sekitar bukit jika musim kemarau sangat tandus dan dikhawatirkan longsor jika musim hujan.

Lahan seluas satu hektar tersebut ditanami pohon buah seperti matoa, pete, sirsak, dan durian selain untuk penghijauan diharapkan nanti hasil dari tanaman tersebut bisa dimanfaatkan.

Ahmad Syaifuddin, Ketua Karang Taruna setempat menyatakan bahwa bibit yang ditanam sebanyak 800 bibit yang didapatkan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang. Alasan memilih tanaman buah untuk ditanam di Bukit Mrancang karena rencananya ke depan akan dibuat sebagai salah satu daerah agrowisata.

“Dari pada lahan ini tandus maka kita dari karang taruna berinisiatif untuk melakukan penghijauan, supaya ada kegiatan dan juga lahan menjadi subur. Selain itu agar sekitar bukit Mrancang bisa aman dari longsor,” ungkapnya.

Abidin salah seorang anggota Karang Taruna mengaku senang dengan kegiatan tersebut, Sebab dirinya bisa ikut berkontribusi melestarikan alam yang sudah mulai rusak. Dirinya mengaku saat masih kecil daerah tersebut merupakan hutan jati yang sangat lebat sehingga kebutuhan air untuk warga sekitar sangat mudah.

Pasca reformasi banyak pencurian kayu yang terjadi sehingga sumber mata air menjadi kering, Dan penghijauan ini salah satu tujuannya agar tanah menjadi subur dan mata air bisa muncul kembali.

“Senang Mas ada kegiatan semacam ini, paling tidak kita ikut berkontribusi melestarikan alam. Kalau tidak bisa minimal tidak merusak alam,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan