Pemuda 26 Tahun Dipolisikan Karena Diduga Cabul

Sabtu, 24 September 2016 | 16:23 WIB
TW, warga Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, pelaku pencabulan terhadap Cempaka (bukan nama sebenarnya, red.) berusia 15 tahun warga di Kecamatan Sarang, ketika diperiksa penyidik di Satreskrim Polres Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

TW, warga Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, pelaku pencabulan terhadap Cempaka (bukan nama sebenarnya, red.) berusia 15 tahun warga di Kecamatan Sarang, ketika diperiksa penyidik di Satreskrim Polres Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Seorang pemuda 26 tahun harus berurusan dengan polisi setelah disangka melarikan gadis di bawah umur, sebut saja Cempaka, berusia 15 tahun. Pemuda itu berinisial TW, warga Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan.

TW merayu Cempaka yang merupakan warga di Kecamatan Sarang agar mau diajak kencan bersama ke daerah Bulu Bancar Kabupaten Tuban, Minggu 18 September lalu. Dalam pelariannya, TW disebut telah memaksa si gadis, sehingga dua kali berhubungan badan secara terlarang.

Keluarga yang panik karena Cempaka tidak kunjung pulang, beberapa hari melakukan pencarian. Hingga akhirnya, orang tua korban yang telah menerima informasi keberadaan anaknya, menemukan Cempaka di kawasan SPBU di wilayah Bancar pada Rabu (21/9/2016) lalu.

Orang tua korban lantas membawa TW ke Mapolsek Sarang Resor Rembang. Setelah dibawa ke polsek, TW lantas dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Satreskrim Polres Rembang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami juga sudah membawa korban ke RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk menjalani visum sebagai kelengkapan laporan,” beber Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Eko Adi Pramono.

Polisi mengamankan barang bukti kasus dugaan pencabulan ini berupa celana jins warna biru, kaos lengan pendek berwarna abu-abu, tanktop warna biru, serta celana dalam warna merah milik korban.

“Kami sudah menetapkan TW sebagai tersangka dengan jerat Pasal 332 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 81 Ayat 1 Juncto Pasal 76 D dan atau Pasal 82 Ayat 1 Juncto Pasal 76 E pada UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya lebih dari 7 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan