Pemkab Rembang Tepis Kabar PGOT Buangan

Jumat, 18 Maret 2016 | 13:43 WIB
Para gelandangan psikosis yang diamankan di kompleks Dinsosnakertrans Rembang dari razia PGOT, Kamis (17/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Para gelandangan psikosis yang diamankan di kompleks Dinsosnakertrans Rembang dari razia PGOT, Kamis (17/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian kalangan masyarakat mensinyalir masih maraknya pengemis, gelandangan, dan orang terlantar di daerah Kabupaten Rembang dipicu oleh buangan PGOT dari luar daerah.

Diduga mereka tidak tertampung di daerahnya, sehingga “dikirim” secara liar ke lain wilayah.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rembang Waluyo melalui Kepala Bidang Sosial Prapto Raharjo mengaku, belum bisa menjawab sinyal tersebut.

“Sebab, kami belum pernah tahu sendiri adanya pembuangan PGOT dari luar daerah, meski banyak ditemui PGOT wajah baru,” terangnya.

Prapto mengakui bingung dengan terus berkeliarannya PGOT di Rembang, sedangkan razia sudah sering dilakukan.

“Mungkin karena Rembang berada di dekat jalur perbatasan Pati, Tuban, dan Blora, maka PGOT bisa begitu saja menggelandang, sampai di wilayah kabupaten ini,” tandasnya.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satuan Polisi Pamong Praja Rembang Sudarno menegaskan, dari pengamatannya, tidak ada PGOT buangan dari luar daerah.

“Yang ada, mereka menggelandang; datang dan pergi ke sebuah daerah, tanpa ada tujuan,” jelasnya.

Namun khusus para pengemis, ia mengakui, perlu ada perhatian secara lebih serius. Pasalnya, mereka banyak datang dari luar daerah.

Seperti saat razia PGOT, Kamis (17/3/2016) kemarin, seorang pengamen yang diamankan mengaku berasal dari Kabupaten Blora.

Mengenai masih bermunculannya PGOT, padahal baru ada razia, Sudarno juga mengakui, sulit membersihkan mereka secara tuntas.

“Sebab mereka yang tidak tertangkap kemarin, bisa jadi karena sedang istirahat, belum beroperasi, atau sembunyi dari razia petugas,” tegasnya.

Staf Rehabilitasi Sosial pada Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo Rembang Hargo Santoso mengatakan, sangat mungkin, penghuni kabur dari panti dan kembali ditemukan menggelandang sehingga tertangkap razia.

“Di tempat kami, terus terang juga sempat ada kejadian penghuni kabur,” bebernya.

Saat razia Kamis (17/3/2016) kemarin itu pun, ada warga pantinya yang ikut ditangkap karena ditemukan menggelandang.

Menurut Hargo, 2 orang itu sering mencuri kesempatan keluar panti selepas makan pagi, tapi biasanya juga pulang sendiri pada sore hari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan