Pemkab Rembang Didesak Segera Atasi Maraknya Kebakaran

Sabtu, 21 September 2019 | 20:56 WIB
Kebakaran hebat terjadi di wilayah Desa Banggi Kecamatan Kaliori pada Rabu (15/5/2019) pagi tepatnya pukul 08.15 waktu setempat. Akibatnya, rumah milik Kadar (38) warga Rt 02 Rw 02 tersebut ludes terbakar tanpa menyisakan apa-apa.

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang didesak supaya turun tangan untuk mengatasi kejadian bencana kebakaran yang akhir-akhir ini sedang marak terjadi.

Berdasarkan catatan dari Pihak Pemadam Kebakaran Satpol PP Rembang, sejak Bulan Januari hingga Sabtu (21/9/2019), tercatat sudah 80 kasus kebakaran. Baik kebakaran rumah maupun kebakaran lahan.

Ridwan salah satu Legislatif di DPRD Rembang mendesak pemerintah, agar tanggap terhadap setiap bencana, khususnya peristiwa kebakaran yang sedang marak terjadi.

Menurutnya, pemkab harus mengantisipasinya dengan menyediakan pos bantuan pemadam kebakaran di setiap kecamatan.

“Ya saya mendesak Pemerintah Kabupaten Rembang, agar benar-benar peka terhadap setiap kejadian.

Pemerintah mesti mengantisipasi dengan cara menyediakan pos-pos bantuan pemadaman kebakaran di tiap kecamatan,” tegas Ridwan.

Ahmad Rif’an salah satu aktivis lingkungan di kabupaten ini mengatakan, penyiagaan armada pemadam kebakaran mini di tiap kecamatan merupakan langkah yang mungkin dilakukan pemerintah.

“Harapanya di setiap kecamatan kalau perlu ada pemadam kebakaran mini. Yang armadanya pakai kendaraan roda tiga,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengungkapkan, daerah yang paling tinggi angka kejadian kebakaran di Kabupaten Rembang ada di dua kecamatan, yakni Rembang dan Kaliori.

“Mayoritas penyebabnya itu karena masyarakat yang sedang bakar sampah kemudian dibiarkan. Lupa. Selain itu, juga karena korsleting listrik,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait pencegahan kebakaran.

“Salah satunya dengan melakukan sosialisasi di media radio. Kemudian juga melalui pemerintah desa,” imbuhnya.

Sementara itu, peristiwa kebakaran di area permukiman warga di Desa Tanjungan-Kragan menghanguskan tujuh unit rumah, pada Jumat (20/9/2019).

Lima unit rumah diantara rata dengan tanah, sedangkan dua lainnya hanya terbakar ringan.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan