Pemimpin Perempuan di Mata Fatayat dan Nasyiatul Aisiyah

Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:18 WIB

Ilustrasi. (Sumber: Kumparan.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Wacana tentang pemimpin perempuan semakin ramai jelang pendaftaran calon Pilkada Rembang 2020 pada 4-6 September 2020 mendatang.

Wacana tersebut keluar dari dua organisasi perempuan terbesar saat ini yaitu Fatayat Lasem yang merupakan Banom (Badan Otonom) dari Nahdlatul Ulama dan Nasyiatul Aisiyah Rembang yang merupakan Ortom (Organisasi Otonom) dari Muhammadiyah.

Roudlatul Jannah Wakil Ketua PC Fatayat Lasem menyatakan perempuan terkadang dipandang sebelah mata oleh publik. Sebenarnya dalam pandangan Islam, kedudukan wanita sama seperti laki-laki.

Padahal dalam Islam sangat menjunjung tinggi martabat wanita. Pemimpin perempuan merupakan perpaduan yang lengkap, karena perempuan memiliki karakter yang lembut bicara dan cenderung hati-hati dalam memutuskan perkara.

Disinggung peran serta peluang perempuan dalam Pilkada Rembang, Istri dari Anggota DPRD Provinsi ini berharap Bupati/Wakil Bupati salah satunya adalah seorang perempuan. Banyak sekali perempuan di Kabupaten Rembang yang mampu dan layak untuk dimunculkan.

“Apalagi Rembang adalah bumi Kartini, Semangat ini sudah di bawa ke berbagai daerah dengan bukti banyak pemimpin perempuan namun di Rembang sendiri malah belum pernah dipimpin perempuan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PD Nasyiatul Aisiyah Rembang Wiwin Winarni menyatakan dalam sejarah di Indonesia banyak sekali perempuan inspiratif yang menjadi pemimpin salah satunya adalah Nyai Walidah Dahlan yang merupakan salah satu inspirasi bagi perempuan tentang kepemimpinan, kesetiaan, dan juga kepeloporannya dalam bidang pendidikan.

Semangat tersebut bisa ditiru dalam cakupan lebih kecil baik itu di organisasi maupun di pemerintahan. Menurutnya perempuan harus diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki di berbagai bidang salah satunya di bidang politik.

“Tentu kita tidak boleh menafikan kemampuan perempuan dalam memimpin ya, bahkan bisa kita lihat di lapangan kalau organisasi perempuan lebih militan daripada organisasi yang basis anggotanya laki-laki,” pungkasnya.

Disinggung peluang pemimpin perempuan dalam Pilkada Rembang, Wiwin sepakat dengan Jannah bahwa Rembang bisa lebih baik, apabila salah satu pimpinannya berasal dari sosok perempuan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan