Polisi Selidiki Keterkaitan Dua Kasus Pembunuhan Sopir Dump Truk

Kamis, 25 April 2013 | 14:22 WIB
Dua kasus pencurian disertai kekerasan terhadap awak armada dump truk yang berujung pada pembunuhan sopirnya menjadi titik perhatian pihak Kepolisian Resor Rembang. (Foto:Rif)

Dua kasus pencurian disertai kekerasan terhadap awak armada dump truk yang berujung pada pembunuhan sopirnya menjadi titik perhatian pihak Kepolisian Resor Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dua kasus pencurian disertai kekerasan terhadap awak armada dump truk yang berujung pada pembunuhan sopirnya menjadi titik perhatian pihak Kepolisian Resor Rembang. Dua kasus itu adalah yang terjadi di Sale dengan korban warga Jatirogo dan yang terjadi di Kradenan Grobogan dengan korban warga Desa Candimulyo Sedan.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto kepada reporter MataAir Radio, Kamis (25/4) pagi mengaku tengah mengaitkan kemiripan modus dari dua kasus tersebut. Jika modus dari kedua kasus itu ternyata sama, maka menurut Kapolres, kemungkinan besar motifnya adalah persaingan bisnis.

Ia menyebutkan, dari analisis pihaknya, di Rembang ada cukup banyak dump truk namun sopirnya kurang. Akibatnya terjadilah aksi saling bajak sopir dengan memberikan iming-iming berupa upah yang lebih besar. Yang demikian bisa menyebabkan adanya tindak kejahatan.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, mengalir derasnya dump truk dan alat berat seperti “backhoe” tidak diikuti dengan ketersediaan tenaga ahli berupa operator dan sopir.

Sebagai upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan akibat terbatasnya tenaga ahli tersebut, pihak kepolisian menyelenggarakan pelatihan bagi para operator dump truk maupun “backhoe”.

Kapolres menegaskan, kecelakaan tambang yang beberapa kali terjadi belakangan ini di Kabupaten Rembang, salah satunya karena operator belum ahli di bidangnya.

Sementara itu, terkait perkembangan penyelidikan terhadap pelaku pembunuhan sopir dump truk asal Jatirogo dan mayatnya dibuang di hutan wilayah RPH Tahunan Sale, Kapolres menyatakan masih memburu truk yang dibawa kabur pelaku.

Jika keberadaan truk diketahui, maka kemungkinan pelaku segera diringkus sudah dekat. Selama ini, ungkap Kapolres, truk dioperasikan secara mobil oleh komplotan pelaku di wilayah Jawa Timur. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan