Pelajar SMA Tewas Ditabrak Tronton di Lasem

Senin, 19 Maret 2018 | 18:17 WIB

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kecelakaan lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Lasem. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Seorang pelajar tewas mengenaskan akibat ditabrak truk tronton boks di Jalan Pantura depan SMA Negeri 1 Lasem, Senin (19/3/2018) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban bernama Dwi Yunita Sari (15) warga RT 9 RW 3 Desa Kalitengah Kecamatan Pancur.

Dwi tercatat sebagai siswa Kelas X MIPA 5 di SMA Negeri 1 Lasem dan dikenal aktif di palang merah remaja (PMR).

Jaskuri, petugas Satpam sekolah menuturkan, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah K 4314 PM.

“Tadi (melaju) dari arah selatan ke utara, dan hendak belok kanan (menyeberang), menuju sekolah. Mestinya dia libur, tapi masuk karena ada kegiatan PMR,” tuturnya.

Dari arah belakang, melaju truk tonton boks B 9279 UEW yang dikemudikan Ramdani, warga Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat.

Karena jarak sudah dekat, pesepeda motor ditabrak truk, sehingga pengendaranya terjatuh dan tergilas. Korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian perut.

Jaskuri juga menuturkan, kecelakaan sempat membuat arus lalu lintas di Jalur Pantura setempat, tersendat.

“Sopir truk tronton boks langsung menepikan kendaraannya dan mengamankan diri di pos polisi lalu lintas,” katanya.

Poslantas hanya berjarak beberapa meter sebelah selatan SMA Negeri 1 Lasem.

Menurut Satpam, polisi mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Islam Arafah Rembang sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sementara itu, setelah dari rumah sakit, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dwi Yunita Sari dikenal sebagai sosok periang dan pintar di sekolah. Ia anak dari seorang sopir truk.

Ramdani yang kemudian berhasil diwawancarai mataairradio menuturkan, pesepeda motor sempat berhenti di tengah jalan ketika hendak menyeberang.

Ia juga sempat menghindari korban, tapi bodi boks masih mengenai motor, sehingga pemotor terjatuh dan terlindas.

Ia berdalih, di sebelah kirinya, ada mobil tak dikenal yang melaju searah, sehingga dirinya tidak bisa jauh membuang kemudi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Masyhudi

    Maret 20, 2018 at 10:40 am

    Kepada pengendara mobil, sebaiknya Anda bisa lebih berhati-hati dan waspada. Karena keteledoran Anda adalah bencana bagi orang lain. Bayangkanlah, jika yang jadi korban adalah anak atau keluarga Anda! Apakah kata MAAF sudah cukup untuk hilangnya sebuah nyawa?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan