Pejabat PPP Kena OTT, Puluhan Juta Disita

Senin, 14 Agustus 2017 | 18:08 WIB

Sejumlah nelayan cantrang tampak mengakses layanan di Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung setelah meneken pakta integritas. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung pada Senin (14/8/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Operasi tangkap tangan tersebut mendasari keluhan Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit. Petugas polisi yang dipimpin Kepala Satreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menggeledah ruang Kepala Seksi Tata Usaha Kantor PPP Tasikagung.

Petugas mengamankan Agus Hari Prabowo (40) warga Kauman Kelurahan Pati Kidul Kabupaten Pati yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesyahbandaran pada kantor yang beralamat di Jalan Dorang Nomor 2 Desa Tasikagung, Rembang.

Polisi menyita uang tunai sebesar Rp29.550.000 dari tersangka Agus, masing-masing Rp15 juta berupa uang yang diterima dari asosiasi nelayan dan Rp14.550.000 berupa yang hasil pungutan nelayan yang ada di dalam laci meja kerja.

Petugas juga menyita satu bendel kuitansi tanda terima dari Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit dan satu bendel Surat Tanda Setoran (STS) bukti yang dibayarkan ke Bank Jateng. Tersangka dan barang bukti diamankan ke Mapolres Rembang.

“Modusnya adalah meminta pembayaran Surat Izin Berlayar dari Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit melebihi dari ketentuan Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Tarif Restribusi Daerah Provinsi Jateng,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Peraturan Gubernur tersebut mengatur bahwa untuk kapal nelayan cantrang dengan bobot mati 11 sampai dengan 30 gross ton (GT) dikenakan tarif sebesar Rp100.000 per GT. Sementara ada 90 kapal anggota asosiasi yang mengurus SIB.

“Jumlah anggota asosiasi ada 90 kapal dengan bobot bervariasi, sehingga tarif yang seharusnya dibayar, total untuk 90 kapal sebesar Rp260 juta. Namun faktanya tersangka meminta pungutan lagi per kapal sebesar Rp759.000 kali 90 kapal atau Rp68.310.000.

Jika tidak dibayarkan, maka SIB tidak akan dikeluarkan. Dengan ancaman tersebut, maka asosiasi akhirnya mengumpulkan lagi uang. Terkumpul Rp53 juta dan langsung diserahkan kepada Agus, tapi tersangka tetap meminta kekurangan yang Rp15 juta.

Dan saat penyerahan uang sebesar Rp15 juta itu, kami melakukan tangkap tangan terhadap tersangka. Ini tersangka masih kami periksa dan rencananya akan langsung kami tahan,” kata AKP Ibnu Suka kepada mataairradio.com.

Wakapolres Rembang Komisaris Pranandya Subyakto menyatakan bahwa operasi tersebut sekaligus menjadi OTT Tim Saber Pungli kabupaten ini. Hasil OTT ini termasuk menjadi yang terbesar dibandingkan dua OTT sebelumnya yang dilakukan Tim Saber.

Kini, tersangka yang seorang aparatur sipil Negara dijerat dengan Pasal 12 Huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. sinyo

    Agustus 15, 2017 at 8:09 am

    zamannya bersih- bersih….kami berharap semua lini harus dibersihkan oleh yang berwenang agar kedepan negara ini bersih dari segala macam korupsi maupun bagaimanapun bentuknya.
    semoga saber sukses selalu….

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan