Pedagang di Trotoar Selatan Pasar Segera Ditertibkan

Rabu, 28 September 2016 | 14:48 WIB
Trotoar sisi selatan luar Pasar Rembang akan segera bersih dari para pedagang liar, terutama dari mereka yang mendirikan warung semi permanen. Dalam waktu dekat, Satpol PP Kabupaten Rembang merencanakan penertiban paksa jika sampai 9 Oktober nanti, pedagang tidak menertibkannya sendiri. (Foto: Pujianto)

Trotoar sisi selatan luar Pasar Rembang akan segera bersih dari para pedagang liar, terutama dari mereka yang mendirikan warung semi permanen. Dalam waktu dekat, Satpol PP Kabupaten Rembang merencanakan penertiban paksa jika sampai 9 Oktober nanti, pedagang tidak menertibkannya sendiri. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 30 lebih pedagang yang berjualan di atas trotoar sisi selatan Pasar Rembang akan segera ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Penertiban ini seiring telah dilayangkannya surat teguran Satpol PP Kabupaten Rembang per tanggal 26 September lalu kepada pihak pedagang atau pemilik warung di atas trotoar tersebut.

Pada teguran itu disebutkan bahwa pedagang atau pemilik warung di atas trotoar mesti menertibkan sendiri tempat usahanya terhitung mulai tanggal 26 September hingga 9 Oktober nanti. Jika tidak ditertibkan, maka petugas Satpol PP yang akan mengambil tindakan.

“Kita berikan waktu bagi para pedagang untuk menertibkan sendiri warung atau lapak dagangnya sendiri. Kalau surat teguran kami diabaikan, ya apa boleh buat; kita yang tertibkan,” tegas Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang Slamet Riyadi, Rabu (28/9/2016).

Ia menjelaskan, penggunaan trotoar di luar kepentingan pejalan kaki bertentangan dengan Perda Nomor 6 Tahun 1977 tentang Kebersihan, Kerapian, Keindahan, Keselamatan, Kesehatan, dan Ketertiban (K6).

Kepala Desa Sumberjo Yopi Arifvianto mengaku banyak warganya yang mengeluhkan pemanfaatan trotoar di sisi selatan pasar untuk warung atau lapak liar pedagang. Apalagi beberapa warung di antaranya merupakan bangunan semi permanen.

“Arus lalu lintas menjadi sering tersendat karena keberadaan pedagang liar yang berjualan di trotoar. Memang belakangan agak lancar karena petugas dari Dishub membantu pengaturan arus lalu lintas, tetapi tetap tidak bisa maksimal,” ujarnya.

Ia menyebutkan, mayoritas pedagang liar itu merupakan warga di luar desanya. Ditegaskannya, pemanfaatan trotoar untuk berjualan ini praktis mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan pasar.

“Kami berharap Pemkab Rembang menampung mereka di areal dalam pasar. Bisa saja, mereka ini menempati bagian dalam sisi selatan pasar yang dipakai parkir. Untuk parkir kendaraan pengunjung, bisa ditaruh di kawasan depan Balai Desa Sumberjo,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan