PDAM Rembang Waspadai Pencurian Air Bersih

Senin, 21 Mei 2018 | 14:26 WIB

Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang mewaspadai aksi pencurian air bersih memasuki musim kemarau tahun ini.

Direktur PDAM Rembang M Affan menyebutkan, daerah rawan pencurian air bersih berada pada aliran pipa dari Embung Banyukuwung, Sudo.

Menurutnya, pencurian dilakukan dengan melubangi pipa PDAM, lalu menggunakan airnya untuk mengairi tanaman.

“Ada satu laporan tentang kebocoran pipa, namun kami belum menyimpulkannya sebagai bagian dari tindak pencurian air,” terangnya Senin (21/5/2018) ini.

Affan menyatakan bekerjasama dengan aparat kepolisian setempat guna menekan pencurian air bersih di jalur transisi.

Selain mewaspadai pencurian air bersih, PDAM Rembang juga menjalin komunikasi dengan pengelola Embung Lodan, agar tidak membuka secara terus menerus pintu air untuk pertanian.

“Debit air di Embung Lodan, kini di ambang kritis akibat pemakaian secara berlebih untuk kepentingan pertanian,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sekali saja pintu air dibuka penuh untuk satu hari, maka pemakaiannya setara dengan konsumsi PDAM selama satu bulan.

“PDAM hanya memanfaatkan 20 liter per detik dari debit Embung Lodan, sedangkan aktivitas pembukaan pintu air untuk pertanian tembus 50.000 meter kubik per hari,” jelasnya.

Pengelola Embung Lodan diminta tidak membuka penuh pintu air, agar pasokan air bersih untuk para pelanggan di Kecamatan Sedan, Sarang, dan Kragan, tetap terjaga.

PDAM Rembang memiliki total 20.600 pelanggan. Perawatan jaringan diklaim dilakukan secara rutin. Sementara itu, debit embung-embung yang menjadi sumber air baku, masih aman.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan