PDAM Dipanggil DPRD Soal Air Keruh dan Berbau

Jumat, 9 Februari 2018 | 18:10 WIB

Pihak PDAM Rembang pada Kamis (8/2/2018) kemarin memenuhi panggilan dari Komisi B DPRD setempat terkait dengan temuan air keruh dan berbau di rumah warga di wilayah Gunungsari Kecamatan Kaliori. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak PDAM Rembang pada Kamis (8/2/2018) kemarin memenuhi panggilan dari Komisi B DPRD setempat terkait dengan temuan air keruh dan berbau di rumah warga di wilayah Gunungsari Kecamatan Kaliori.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Rembang Ali Ircham mengatakan, air PDAM yang keruh ini merupakan efek dari pembersihan dan pengurasan tandon di Pentil. Mengenai warnanya yang sampai hitam, PDAM menyebut ada human error.

“Katanya ada human error; pembersihan dan pengurasan dilakukan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP),” katanya.

Pihak DPRD meminta kepada PDAM agar tak mengulangi hal semacam ini. Ircham menyatakan PDAM mengonfirmasi kejadian ini sebagai kesalahan.

“Setelah pemanggilan kemarin, kami akan tetap mengawasi tindak lanjut dari PDAM,” katanya.

Pihak komisi juga menyatakan akan mengawasi pelaksanaan program lain dari perusahaan daerah air minum ini.

Di antara program itu adalah rencana pemanfaatan Sungai Gundi di wilayah Desa Kedungrejo Kecamatan Rembang untuk menambah debit pasokan air bagi pelanggan PDAM di Kecamatan Rembang.

“Sungai Gundi ini rencananya akan dibendung,” katanya.

Ircham mengatakan, berdasarkan keterangan dari pihak PDAM, di Rembang masih terjadi kekurangan 3.000 titik jaringan. Untuk mencukupinya, dibutuhkan tambahan debit hingga 30 liter per detik.

“Jumat (9/2/2018) ini, Komisi B ke Gundi,” tuturnya.

Pihak PDAM melalui direkturnya, Muhammad Affan berjanji memperbaiki kualitas air, pelayanan, dan sistem pembayaran. Terhadap pengaduan, ia menyatakan siap menerimanya setiap saat, sekaligus menindaklanjuti keluhan secepatnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan