Pascainspeksi Komisi C, Gedung Baru KPU Di-finishing Ulang

Kamis, 18 Januari 2018 | 16:29 WIB

Gedung baru KPU Kabupaten Rembang kembali dilakukan finishing. Sebelumnya, finishing dikerjakan secara tak sempurna pada bagian seperti plafon dan lantai. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gedung baru KPU Kabupaten Rembang kembali dilakukan finishing.

Sebelumnya, finishing dikerjakan secara tak sempurna pada bagian seperti plafon dan lantai.

Ketidaksempurnaan yang mengarah pada proyek dikerjakan secara asal-asalan ini terungkap saat Komisi C DPRD Kabupaten Rembang melakukan inspeksi mendadak ke proyek ini, Jumat (12/1/2018) lalu.

Ahmad Mujib, seorang pekerja yang ditemui di lokasi proyek mengakui sedang memperbaiki finishing.

Ia menyebut plafon belum diperhalus, balok-balok belum rapi, dan kaca-kaca juga perlu dirapikan.

Pekerja asal Sedan ini menyebutkan, penyempurnaan finishing yang telah dimulai pada Rabu (17/1/2018) kemarin, membutuhkan waktu setidaknya seminggu.

“Beberapa bagian juga perlu dicat ulang,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso mempertanyakan dengan mekanisme apa penyempurnaan finishing ini dilakukan.

“Pakai mekanisme apa untuk memperbaiki finishing (pemeliharaan). Itu proyek semestinya sudah selesai tahun kemarin kan,” katanya.

Ataukah menggunakan mekanisme perpanjangan 50 hari kerja terhadap proyek yang sampai dengan tutup tahun belum tuntas.

“Perpanjangan ini memang memungkinkan dilakukan karena diatur undang-undang. Tapi harus dijelaskan,” katanya.

Pascainspeksi, Puji mengaku belum sampai melakukan rapat kerja dengan dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP).

“Sebab, prosedurnya mesti didahului dengan surat kepada Bupati,” katanya.

Kepala Bidang Gedung dan Bangunan pada DPKP Kabupaten Rembang Joestinnarni masih belum bisa dikonfirmasi mengenai lanjutan pekerjaan yang dilakukan di gedung KPU yang baru tersebut.

Proyek pembangunan gedung baru KPU Rembang dikerjakan oleh CV Ratna Karya dari Pati.

Penyelesaian pembangunan sempat molor, sehingga rekanan didenda sebesar Rp1,2 juta per hari keterlambatan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan