Pasar dan TPI Butuh Tambahan Kontainer Sampah

Rabu, 31 Januari 2018 | 19:32 WIB

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pasar Rembang dan TPI Tasikagung memerlukan tambahan kontainer sampah.

Hal itu untuk mengantisipasi aksi buang sampah secara sembarangan sebagai upaya menyambut penilaian guna penghargaan Adipura.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Suharso, pasar dan TPI butuh tambahan masing-masing satu kontainer sampah.

“Di Pasar Rembang, sejauh ini baru ada dua kontainer, padahal idealnya tiga kontainer,” terangnya.

Begitu pula di TPI Tasikagung. Secara total, jumlah kontainer sampah di Rembang baru 10 unit, sedangkan idealnya 15 unit.

“Selain di pasar dan TPI, kontainer baru sampah akan disediakan di desa-desa yang jadi objek penilaian Adipura,” paparnya.

Suharso juga mengatakan, selain kontainer sampah, mulai Februari ini, pihaknya akan menambahkan deretan pot-pot tanaman di sejumlah titik.

“Tujuannya untuk menciptakan rona hijau, keindahan, dan kerapian lingkungan,” katanya.

Melalui Jumat Bersepeda, Bupati sudah menunjukkan titik-titik yang perlu ditangani, sehingga lebih bersih, indah, dan rapi.

“Yang paling bermasalah, menurut Bupati, adalah kebersihan di kawasan Pasar Rembang dan Sungai Karanggeneng,” bebernya.

Kepala DLH mengklaim, sejak Bupati meninjau tempat-tempat yang rawan memberi andil negatif terhadap penilaian Adipura, tindak lanjut dari dinas terkait sudah langsung dilakukan.

“Pak Bupati merasakan beberapa titik kini telah berubah jadi teduh,” katanya.

Kabupaten Rembang belum pernah lagi meraih penghargaan Adipura sejak 2013.

Artinya, kabupaten ini sudah empat tahun berturut-turut gagal meraih Adipura.

Pemicu utama kegagalan meraih Adipura adalah luas TPA sampah yang tidak memadai.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan