Parkir Liar Jalur Pantura Kaliori Jadi Sorotan

Senin, 14 Maret 2016 | 18:54 WIB
Seorang pengendara sepeda motor tampak harus memastikan jarak aman untuk berganti arah lantaran truk parkir di depannya, di Jalur Pantura Lasem, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Seorang pengendara sepeda motor tampak harus memastikan jarak aman untuk berganti arah lantaran truk parkir di depannya, di Jalur Pantura Lasem, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Parkir liar truk di tepi sepanjang Jalur Pantura wilayah Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang menjadi sorotan dari masyarakat karena dampak korban jiwa yang ditimbulkan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebut daerah ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah, salah satunya hambatan pelayanan transportasi oleh masyarakat.

Saat memimpin apel di Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Rembang, Senin (14/3/2016) pagi, ia mengaku sedih karena melihat kurang tertibnya pakir liar di sisi kanan dan kiri jalan yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan.

“Kami meminta Kepala Dinas Perhubungan agar berkoordinasi (dengan para sopir) guna mengarahkan ke tempat parkir yang semestinya,” ujarnya.

Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono meminta kesadaran dari para sopir truk, agar tidak memarkir armadanya di tepi Jalan Pantura. Apalagi di sisi kanan dan kiri sekaligus.

“Dampaknya bisa fatal seperti kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa,” akunya.

Pihak warung di lokasi setempat, diminta ikut mengingatkan para sopir, agar jika pun sejenak parkir, agar hanya di satu sisi jalan saja. Pihaknya juga melarang keras truk parkir di atas jembatan karena rawan ambrol.

“Jika jembatan sampai runtuh, akses logistik nasional, akan terganggu,” tegasnya.

Mengenai rencana penertiban parkir liar, Suyono hanya menyatakan akan melakukan operasi rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Soal garansi Jalur Pantura Kaliori bebas dari parkir liar, pihak Dishub tidak memberi kepastian. Ia hanya menyebut kalau Rembang butuh tambahan kantung parkir.

“Kami mengusulkan penambahan kantung parkir di tiga titik yakni di Rembang timur daerah Kragan dan Sarang serta di Kecamatan Kaliori,” imbuh Suyono.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menambahkan, belum adanya jalur lingkar menjadi salah satu pemicu banyak masuknya truk kontainer ke Kota Rembang dan parkir di pinggir jalan, sehingga berpotensi kecelakaan.

Selain masalah parkir, Kepala Daerah Rembang juga menyoroti banyaknya kendaraan dengan tonase berlebih, melintas di jalan yang tidak pada kapasitasnya.

“Seperti ruas antara Kecamatan Sedan hingga Sarang yang banyak dilalui truk tronton, padahal tidak termasuk kelas jalannya,” pungkas Hafidz.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan