Para Calon Kades di Rembang Ikrar Damai

Senin, 21 November 2016 | 21:11 WIB
Calon Kades Pedak Kecamatan Sulang Siti Komariah menandatangani nota  janji Pilkades secara damai, seusai pembacaan ikrar oleh seluruh calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades secara serentak di Kabupaten Rembang pada 30 November mendatang. (Foto: Pujianto)

Calon Kades Pedak Kecamatan Sulang Siti Komariah menandatangani nota janji Pilkades secara damai, seusai pembacaan ikrar oleh seluruh calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades secara serentak di Kabupaten Rembang pada 30 November mendatang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades secara serentak di 43 desa di Kabupaten Rembang pada 30 November mendatang, melakukan ikrar damai, Senin (21/11/2016) pagi.

99 calon kades itu berikrar siap terpilih dan siap tidak terpilih, siap mendukung calon kades yang nantinya terpilih, menghormati keputusan panitia, taat segala peraturan, dan menjaga ketertiban serta persaudaraan seluruh warga desa.

Janji tersebut disampaikan di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Forkompimda, satuan kerja perangkat daerah, dan Forkompimcam di wilayah kabupaten setempat, serta panitia pengawas Pilkades di daerah ini, di Lantai IV Gedung Setda Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan bahwa ikrar tersebut tidak disaksikan oleh hanya mereka yang hadir, tetapi juga disaksikan oleh Allah, sehingga balasan bagi mereka yang mengingkari adalah nyata.

“Perbedaan pandangan dan pendapat pada Pilkades harus dijadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan. Jangan dijadikan perpecahan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pun menyatakan, ikrar Pilkades damai tidak hanya diucapkan, tetapi untuk dilaksanakan, karena konflik yang berkepanjangan dalam Pilkades akan berdampak pada pembangunan desa pada masa depan.

“Kami mengajak kepada para calon kades dan tim pendukungnya agar bersama-sama menyukseskan pilkades secara kondusif serta menjaga keamanan dan ketertiban baik sebelum, saat, dan sesudah pelaksanaan Pilkades,” ujarnya.

Ia menyatakan pula mewaspadai potensi saat Pilkades antara lain kampanye hitam terhadap calon lain, politik uang dan uang palsu, intimidasi dari tim pendukung kepada para pemilih, dan potensi kecelakaan di jalan raya saat masa kampanye.

“Kepada para calon dan tim pendukung agar bisa menerima hasil pelaksanaan Pilkades serta menyampaikan misi dan visi dalam pencalonan supaya pemilih mendapatkan kepala desa yang mumpuni memimpin di desa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan