Panwaslu Tetap Awasi Netralitas ASN saat Cuti Lebaran

Rabu, 13 Juni 2018 | 14:08 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Panwaslu Kabupaten Rembang tetap mengawasi netralitas aparatur sipil negara (ASN) atau PNS selama cuti Lebaran.

Sebab, menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto, status ASN melekat pada mereka yang bersangkutan, dimanapun dan kapanpun.

Dengan dukungan panitia pengawas di tingkat kecamatan, desa, bahkan TPS, Totok memastikan mengawasi ketat netralitas ASN dari keterlibatan mereka dalam kampanye pasangan calon.

“Kalau terbukti terlibat, ya kita proses. Tidak hanya di Rembang, bahkan ketika ASN itu mudik ke kampung halaman, lalu kedapatan terlibat, ya diproses juga,” katanya.

Soal bingkisan Lebaran yang diberikan oleh partai-partai politik, pihak Panwaslu kabupaten tidak mempermasalahkannya, selagi diberikan kepada kader Parpol sendiri.

“Parsel kalau diberikan pada kadernya sendiri dalam pertemuan terbatas, internal, ya nggak masalah. Itu bukan money politic,” katanya.

Namun jika diberikan kepada khalayak umum, disertai unsur-unsur dalam kampanye seperti ajakan mencoblos partai tertentu, menurut Totok, bisa dikategorikan sebagai pelanggaran.

Ia mengingatkan, Parpol dilarang berkampanye sebelum 23 September 2018.

“Yang boleh ya hanya pasang bendera dan pertemuan-pertemuan terbatas,” katanya.

ASN pun diingatkan untuk tidak sembarangan menerima atau memberi bingkisan Lebaran. Sebab jika bersinggungan dengan Parpol, bisa diindikasikan melanggar netralitas.

Cuti Lebaran 1439 Hijriyah berlangsung mulai 11 Juni hingga 20 Juni 2018. Di Rembang, wanti-wanti bagi ASN agar menjaga netralitas pada Pilgub Jateng 2018, sudah sering disampaikan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan