Panwaslu Rembang mulai Cermati Netralitas ASN

Tuesday, 9 January 2018 | 17:31 WIB

Logo Bawaslu

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Rembang mulai mencermati netralitas aparatur sipil negara (ASN) di daerah ini.

Pencermatan ini seiring dengan sedang berlangsungnya pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah pada Pemilu 2018, yang dimulai tanggal 8-10 Januari ini.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto mengatakan, langkah resmi berupa surat imbauan netralitas belum bisa diterbitkan, karena pasangan calon belum ditetapkan.

“Namun melihat konstelasi politik yang bergerak, kami perlu membangun komunikasi dengan pemegang kebijakan birokrasi, dalam hal ini Bupati dan Sekda Rembang,” katanya.

Apalagi, salah satu calon wakil gubernur yang mendaftar berasal dari Rembang, sehingga menurutnya, politisasi birokrasi menjadi hal yang bukan tidak mungkin terjadi.

Totok menekankan, sanksi bagi ASN yang tidak netral dalam pemilihan umum, bisa sampai pemberhentian sementara, bahkan pemecatan.

Panwaslu, menurutnya, akan membuat kajian di sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) ketika menemukan atau mendapat aduan soal ketidaknetralan ASN pada Pemilu.

“Selanjutnya, hasil kajian itu akan direkomendasikan kepada Pimpinan di organisasi perangkat daerah yang bersangkutan,” katanya.

Pihaknya sudah meneruskan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri mengenai instruksi bagi ASN agar menjaga netralitas pada Pilgub 2018.

“Kami akan mengawal edaran Mendagri ini, termasuk penegakan aturannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi mengenai netralitas ASN pada Pilgub sudah beberapa kali dilakukan pada bulan November dan Desember tahun lalu.

Pihaknya akan terus mengingatkan hal ini pada kesempatan-kesempatan lain setelah penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Jawa Tengah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan