Panwaslu di 13 Desa di Rembang Kosong

Wednesday, 10 January 2018 | 16:02 WIB

Logo Bawaslu

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) desa terpilih sudah diumumkan oleh masing-masing Panwaslu kecamatan pada Rabu (10/1/2018) dini hari.

13 desa tercatat kosong dari Panwaslu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah calon Panwaslu desa tidak hadir saat wawancara.

“Penyebab lainnya adalah diterima bekerja di tempat lain, dan yang bersangkutan memilih bekerja di tempat lain,” katanya kepada mataairradio.

Panwaslu akan membuka pendaftaran baru di desa yang kosong, sebagaimana hasil rapat koordinasi Panwaslu kabupaten di Grobogan, Senin (8/1/2018) lalu.

“Berkas dari peserta yang ikut wawancara tapi tidak lolos, bisa digunakan lagi. Tanpa mengumpulkan lagi dari awal,” terangnya.

Mengenai kapan pendaftaran baru itu akan dilakukan, Totok menyatakan, belum ada instruksi atau surat resmi.

Tetapi pendaftaran baru diperlukan agar pengawasan tahapan Pilgub Jateng 2018, tidak terganggu.

Panwaslu Kabupaten Rembang mencatat, desa yang Panwaslunya kosong, tersebar di enam kecamatan, yaitu Rembang, Pancur, Pamotan, Sedan, Sulang, dan Sumber.

“Rembang kosong dua desa, Pancur empat desa, Pamotan kosong satu desa, Sedan dua desa, Sulang dua desa, dan Sumber juga dua desa,” sebutnya.

Rembang kosong di Desa Kasreman dan Ketanggi, Pancur di Ngulangan, Sidowayah, Jeruk, dan Japeledok, Pamotan di Japerejo, Sedan di Sidorejo dan Ngulahan, Sulang di Bogorame dan Kerep, serta Sumber di Sukorejo dan Randuagung.

Sementara itu, bagi Panwaslu desa terpilih yang dinyatakan bebas dari konsumsi Narkoba akan mulai dilantik pada Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu ini.

Totok menegaskan, pelantikan Panwaslu desa terpilih tidak menunggu terisinya kekosongan panitia pengawas Pemilu di 13 desa itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan