Panwaslu Desak KPU Percepat Distribusi APK

Sabtu, 17 Maret 2018 | 21:09 WIB

Alat Peraga Kampanye (APK) berupa aliho di dekat Masjid Pamotan saat di tertibkan oleh petugas. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang mendesak KPU Provinsi Jawa Tengah melalui KPU setempat agar mempercepat pendistribusian alat peraga kampanye (APK).

Anggota Panwaslu Kabupaten Rembang Amin Fauzi mengatakan, pihaknya hanya bisa mendorong, karena wewenang pencetakan atau pengadaan APK berada di KPU Provinsi Jawa Tengah.

Sepanjang yang diketahuinya, proses pengadaan alat peraga kampanye berupa baliho, spanduk, dan umbul-umbul terjadi ketersendatan, sehingga pendistribusian juga mengalami molor.

“Kami hanya bisa mendorong KPU untuk melakukan percepatan pencetakan atau pengadaan APK,” katanya kepada mataairradio, Sabtu (17/3/2018).

Mengenai pelonggaran penindakan berupa penertiban APK ilegal sebelum ada yang diproduksi oleh KPU, pihak Panwaslu menegaskan, hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab, jenis dan ukuran APK sudah diatur di peraturan KPU.

Amin mengatakan, ketika APK dari KPU belum terbit, semestinya tim kampanye pasangan calon ikut mendorong KPU. Namun Panwaslu mengingatkan tim kampanye, tentang pilihan model kampanye, selain menggunakan APK.

“Dalam hal sosialisasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tim kampanye bisa menggunakan model pertemuan terbatas dan gelaran seni budaya. Bisa jadi model ini lebih efektif dipakai,” tandasnya.

Sebelumnya, Ridwan yang merupakan Ketua Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin merisaukan APK yang belum kunjung ada, padahal masa kampanye sudah sebulan.

Masa kampanye sudah dimulai sejak 15 Februari lalu, tetapi hingga Sabtu 17 Maret ini, belum ada satu pun APK resmi dari KPU terpasang. Ridwan meminta KPU dan Panwaslu tidak keminter menertibkan APK, bila APK resmi belum terbit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan