Panwaslu Awasi Akun Medsos ASN Jelang Pilgub

Senin, 12 Maret 2018 | 18:12 WIB

Logo Bawaslu

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang mengawasi secara ketat akun media sosial (Medsos) aparatur sipil Negara (ASN) jelang Pilgub Jawa Tengah 2018.

Anggota Panwaslu Kabupaten Rembang Amin Fauzi menyatakan sudah mengirim surat imbauan kepada pemerintah kabupaten setempat dan instansi vertikal di daerah ini agar menjaga netralitas.

Jaringan Panwaslu hingga level desa juga sudah dimintanya untuk memelototi akun-akun media sosial dari para ASN. Dalam hal ini, Panwaslu juga bekerjasama dengan pihak kepolisian terkait hoaks.

“Pertama kami lakukan pencegahan. Kalau tidak dipatuhi akan kami laporkan (akun Medsos ASN dipakai kampanye, red.),” terangnya kepada mataairradio, Senin (12/3/2018).

Amin menambahkan, di masa kampanye Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, pencegahan ketidaknetralan ASN terus dilakukan. Namun jumlah akun Medsos ASN belum terhitung.

Panwaslu belum menemukan atau menerima laporan mengenai akun media sosial dari ASN di Kabupaten Rembang yang terindikasi berpihak terhadap pasangan calon tertentu. Misalnya unggah foto.

ASN dilarang megunggah foto, menanggapi seperti menyukai, komentar, dan sejenisnya atau menyebarluaskan gambar atau foto pasangan calon kepala daerah, termasuk visi-misi di media sosial atau daring.

“(ASN) Mengunggah foto bareng Paslon memang dilarang. Sekadar like juga nggak boleh,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan surat edaran terkait netralitas ASN dalam proses Pilkada serentak 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019.

Dalam surat edaran tertanggal 27 Desember 2017, Menteri PANRB Asman Abnur menyebutkan, Medsos ASN akan dipantau pemerintah guna menjamin netralitas. Pelanggaran terhadap netralitas dikenai sanksi.

Sanksi itu berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan pangkat selama satu tahun, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun, hingga sanksi pemberhentian dari ASN.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan