Pantura Timur Telan Dua Nyawa, Waspada Berkendara

Sabtu, 25 Februari 2017 | 17:19 WIB

Ilustrasi korban kecelakaan. (Foto: republika.co.id)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Dua kasus kecelakaan lalu lintas mengakibatkan korban jiwa terjadi di Jalur Pantura Timur Kabupaten Rembang, masing-masing di wilayah Kecamatan Sluke dan Kragan, Jumat (24/2/2017) kemarin.

Di Pantura Sluke, tepatnya masuk wilayah Desa Leran, nyawa seorang tukang batu bernama Abdul Arifin (40) warga Desa Blimbing kecamatan setempat, tidak tertolong setelah ditabrak bus yang melaju kencang dari arah Surabaya menuju Semarang.

Bus PO Gunung Harta N 7177 UA dikemudikan Machmud (41) warga Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang menyalip sebuah kendaraan bermotor tak dikenal, yang melaju searah di depannya ketika sampai wilayah Leran, Jumat (24/2/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Nahas, pada saat bersamaan, Arifin yang menunggang sepeda motor jenis Honda Verza K 3690 LM melaju dari arah barat. Karena jarak antara dua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tak terelakkan. Arifin meninggal di rumah sakit dini hari tadi, akibat luka di wajah dan patah kaki.

Siang harinya atau sekitar pukul 13.00 WIB, kecelakaan memilukan terjadi di Jalan Pantura wilayah Desa Sumbersari Kecamatan Kragan. Guru dan murid ditabrak bus PO Jaya Utama L 7743 UV yang dikemudikan Budi Santoso (37) warga Desa Ngambeg Kecamatan Pucuk, Lamongan.

Bus ini menyalip sebuah kendaraan tak dikenal yang melaju searah di depannya. Namun di depan kendaraan tak dikenal itu, juga melaju searah sepeda motor Yamaha Super Deluxe K 3721 BD yang dikemudikan Daryanto (45), guru, dan diboncengi muridnya Aliya Putri Nur Aida (10).

Menurut keterangan sejumlah saksi yang dihimpun polisi, pemotor belok kanan tiba-tiba, sehingga karena jarak sudah dekat akhirnya bus Jaya Utama menabrak sepeda motor Super Deluxe. Daryanto terjatuh dan terluka parah di bagian kepala, sedangkan Aliya kritis.

Guru yang sebelum kecelakaan itu sedang dalam perjalanan mengantar Aliya ke sekolah guna persiapan lomba, akhirnya meninggal di rumah sakit pada Jumat (24/2/2017) malam. Sementara Aliya, menurut informasi, kini masih kritis dan dirawat di RS Malang.

Kepala Unit Kecelakaan pada Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Syafik Karim menyatakan sudah mengamankan bus berikutnya sopir di Makolantas Polres Rembang guna penyelidikan kasus kecelakaan tersebut secara lebih lanjut.

“Kami berharap kepada para pengendara, pemakai jalan agar selalu waspada saat di jalan raya. Jangan memaksakan menyalip pada jarak tidak aman dan jangan berganti arah secara tiba-tiba atau pastikan jarak aman sebelum berganti arah,” ujarnya kepada mataairradio.com.

Sementara itu, korban kecelakaan di Jalan Pantura wilayah Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan pada Selasa 21 Februari lalu, bernama Diah Ayu Pratiwi (20) warga Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang, yang sebelumnya kritis, akhirnya meninggal dunia, Jumat (22/2/2017) malam.

Ayu menyusul sahabatnya, Vera Aprilianti (20) warga Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang, yang meninggal dunia seketika saat kejadian kecelakaan melibatkan truk gandeng L 8541 UX dikemudikan oleh Moch Farkan (50) warga Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan