Pantura Kaliori Masih Lekat Predikat Jalur Tengkorak

Monday, 26 September 2016 | 15:18 WIB
Kondisi bagian sepeda motor jenis Honda Vario yang dikendarai Faradila Aini (19), warga RT 2 RW 10 Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, setelah kecelakaan di Jalur Pantura wilayah Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Minggu (25/9/2016) petang. (Foto dikutip dari akun facebook Mochamad Istiqlal)

Kondisi bagian sepeda motor jenis Honda Vario yang dikendarai Faradila Aini (19), warga RT 2 RW 10 Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, setelah kecelakaan di Jalur Pantura wilayah Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Minggu (25/9/2016) petang. (Foto: dikutip dari akun facebook Mochamad Istiqlal)

 

KALIORI, mataairradio.com – Predikat jalur tengkorak yang tersemat untuk Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang masih lekat. Pasalnya, kasus kecelakaan di jalur tersebut, seolah tidak bertenggat.

Setelah kecelakaan tragis yang mengakibatkan seorang kyai muda dari Jombang berikut dua orang lainnya di rombongan yang sama meninggal beberapa waktu lalu serta banyak kasus kecelakaan lain, kemarin (25/9/2016), nyawa seorang dara asal Pamotan pun terenggut di jalur ini.

Adalah Faradila Aini (19), warga RT 2 RW 10 Desa Pamotan Kecamatan Pamotan mengembuskan nafas terakhir setelah terlibat kecelakaan di Jalur Pantura wilayah Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Minggu (25/9/2016) petang.

Ia yang menunggang Vario K 5991 UD, melaju beriringan dengan bapak dan ibunya yang berboncengan pada sepeda motor jenis Honda Astrea K 5660 MD. Mereka ini dari arah barat menuju timur.

Namun dari arah berlawanan atau dari arah timur menuju barat, melaju truk boks tak dikenal yang kemudian menyalip sebuah kendaraan yang juga tidak dikenal di depannya. Karena truk boks terlalu ke kanan, Faradila pun terserempet sehingga terjatuh dan kepalanya membentur aspal. Sementara, truk boks kabur.

Luka parah di kepalanya membuat nyawa dara ini tidak tertolong, sedangkan bapak dan ibunya masing-masing mengalami retak pada paha dan kaki kanan serta sempat dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang.

“Jalur Pantura Kaliori memang rawan kecelakaan lalu lintas. Tetapi kecelakaan di jalur ini lebih banyak karena faktor kelalaian manusia, dalam hal ini pengendara yang kurang hati-hati berkendara,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan