Pantau Jaminan Produk Halal, MUI Gandeng Penyuluh

Senin, 2 Mei 2016 | 15:50 WIB
Ketua I MUI Rembang Zaenuddin Ja'far saat berbicara pada lokakarya jaminan produk halal di Aula Kantor Kemenag Rembang, Senin (2/5/2016). MUI menggandeng penyuluh agama Islam untuk menyosialisasikan pentingnya jaminan produk halal bagi masyarakat, terutama pelaku usaha jasa restoran. (Foto: mataairradio.com)

Ketua I MUI Rembang Zaenuddin Ja’far saat berbicara pada lokakarya jaminan produk halal di Aula Kantor Kemenag Rembang, Senin (2/5/2016). MUI menggandeng penyuluh agama Islam untuk menyosialisasikan pentingnya jaminan produk halal bagi masyarakat, terutama pelaku usaha jasa restoran. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang menggandeng para penyuluh agama Islam non-PNS dalam memantau jaminan produk halal di Rembang.

Bantuan dari penyuluh agama diperlukan MUI karena produk makanan makin sulit dilacak kehalalannya belakangan ini karena bersifat instan.

Ketua I MUI Kabupaten Rembang Zaenudin Ja’far pada lokakarya penyembelihan hewan halal di Aula Kantor Kementerian Agama Rembang, Senin (2/5/2016) pagi mengatakan, konsumen perlu mantap dalam mengonsumsi hidangan restoran.

“Salah satu bentuk jaminan produk halal adalah imbauan kepada restoran untuk melakukan sertifikasi halal. Tujuannya, konsumen agar mantap mengonsumsi hidangan restoran. Kami minta para penyuluh untuk membantu mengupayakan ini,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi ini bisa dilakukan melalui MUI daerah dan bisa dilakukan bersama dengan Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJH), sesuai UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

“Hingga kini BPJH belum terbentuk. Karena itu, sertifikasi halal akan dilakukan oleh MUI,” terangnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang Atho’illah menyatakan, banyak produsen makanan yang belum memahami pentingnya sertifikasi halal.

“Produsen makanan hanya memikirkan tentang efisiensi produksi, tanpa memikirkan kemanfaatan untuk masyarakat. Sertifikasi halal ini sangat penting untuk memberikan kemantapan masyarakat atas jaminan produk tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang sudah sebanyak 20 perusahaan produksi makanan, restoran, atau rumah makan yang telah melakukan sertifikasi halal.

“Dampak perkembangan teknologi memungkinkan tercampurnya produk halal dan haram, sehingga sulit dilacak oleh masyarakat awam setelah berbentuk produk jadi. Peran penyuluh agama Islam menjadi penting untuk memberi pemahaman produk halal kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan