Pangkas Pohon Terus, PLN Diminta Gunakan Kabel Bungkus

Rabu, 4 April 2018 | 17:57 WIB

Kabel jaringan listrik PLN di bilangan Jalan Pemuda Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga menyoroti pemangkasan pohon penghijauan turus jalan di sepanjang Jalan Pemuda Rembang yang sering dilakukan oleh pihak PLN setempat.

Warga ingin PLN mengganti kabel jaringan yang ada sekarang.

Menurut Achmad Rif’an, warga Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang, penggunaan kabel listrik berbungkus lebih baik, agar pemangkasan pohon penghijauan turus jalan tidak terus terjadi.

“Apalagi daerah lain seperti Pati sudah memakainya,” katanya.

Ia menyarankan kepada PLN agar menggunakan biaya operasional yang biasa dipakai untuk pemangkasan pohon penghijauan turus jalan, dialihkan untuk mengganti kabel telanjang dengan kabel berbungkus seperti yang dipakai juga di daerah Jawa Timur.

Menanggapi kritikan warga ini, Manajer PLN Rayon Rembang Sion Catur Sihono menyatakan meminta maaf bila pihaknya sering memangkas pohon penghijauan.

Sebab, sementara ini cara tersebut yang paling mungkin dilakukan oleh pihaknya.

Menurutnya, dari segi keamanan, penggunaan kabel berbungkus terbilang riskan.

“Bila sampai putus terkena petir atau tertimpa pohon, aliran listrik di kabel berbungkus tidak serta merta padam,” katanya.

Ia pun berpikir ulang menggunakan kabel bungkus.

Sion menambahkan, PLN bukan tidak mau sama sekali menggunakan kabel bungkus. Sebab, kabel bungkus sudah dipakai untuk jaringan listrik PLN di sejumlah titik.

“Di antaranya di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, PLN juga akan mengganti kabel jaringan antara Gardu Induk hingga Jalan Cinta pada bilangan Jalan Pemuda, dengan saluran kabel bawah tanah (SKTM).

“Sebab, kalau harus diganti dengan kabel bungkus, mesti geser pal,” tandasnya.

Sementara, jarak antarpal untuk kabel jaringan berbungkus, idealnya kurang dari 30 meter. Yang ada sekarang, jarak antarpal di ruas tersebut paling dekat 30 meter.

“Jika harus menggeser pal, kemungkinannya kecil karena daerah setempat sudah padat permukiman. Kami nggak mau menggusur,” ujarnya.

Sion menegaskan, biaya penggantian kabel telanjang ke kabel berbungkus, lima kali lipat lebih mahal.

“Prinsipnya, baik pemangkasan pohon penghijauan di turus jalan maupun penggunaan kabel berbungkus, adalah untuk menjaga kehandalan pasokan listrik,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan