Pacu Sapi Bunting, Pemerintah Gratiskan Inseminasi Buatan

Rabu, 8 Maret 2017 | 22:07 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz tampak andil dalam aksi pengobatan sapi saat pencanangan Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting”, di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang, Selasa (15/11/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah membebaskan bea inseminasi buatan (IB) antara lain guna memacu tingkat sapi bunting di daerah ini pada tahun 2017.

Di Kabupaten Rembang, program ini menyasar 62.012 ekor sapi dan berlaku secara efektif pada 1 Maret 2017. Hingga Rabu (8/3/2017), baru 1.656 ekor sapi yang di-IB gratis.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan, penetapan target sebenarnya per Januari 2017.

“Tetapi karena kesiapan petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, dan sarana prasarana, baru per 1 Maret gratisnya karena Januari-Februari tak ada anggaran APBN,” katanya.

Ia menyebutkan, program tersebut sudah diakses secara merata di 14 kecamatan, tetapi lima kecamatan tercatat paling giat memanfaatkan, yaitu di Kecamatan Sumber, Kaliori, Rembang, Pamotan, dan Sarang, karena populasi sapi di wilayah tersebut masuk kategori tertinggi.

“Kami sudah melakukan sosialisasi via medsos (media sosial, red.), media cetak, baliho depan kantor (Dintanpan), selebaran, dan sosialisasi langsung ke kelompok peternak,” katanya.

“Kalau dirata-rata dari target 62.012 dibagi 12 bulan, maka capaian saat ini sudah di atas rata-rata target. Mungkin proses sosialisasi belum merata,” tandasnya.

“Minggu ini kami usahakan sudah tersosialisasi sampai kelompok peternak. Kalau total warga mungkin sulit dihitung, tapi kalau persentase wilayah kerja atau desa sudah sekitar 75 persen, 25 persennya akan disosialisasi dalam minggu ini dan proses sambil pelayanan,” tutupnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan