Pabrik Ternak Dianggap Mepet Permukiman, Warga Khawatir

Selasa, 25 April 2017 | 15:50 WIB

Lokasi pabrik ternak milik PT Malindo Feedmill Tbk di Desa Kasreman Kecamatan Rembang, Senin (24/4/2017). Sebagian warga menilai lokasi pabrik itu terlalu dekat dengan permukiman karena jarak antaranya 150-200 meter. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian warga Desa Kasreman Kecamatan Rembang mengaku khawatir oleh dampak pabrik ternak yang akan dibangun di daerah itu.

Mereka menilai jarak antara tapak pabrik dengan permukiman terlalu dekat karena hanya sekitar 150-200 meter. Warga khawatir bau dan lalat akibat aktivitas pabrik.

Arif Zulianto, salah seorang warga di RT 3 RW 1 Desa Kasreman mengatakan, selain bau dan lalat, sebagian warga juga mencemaskan potensi terganggunya sumber air.

“Khawatirnya, Pamsimas desa yang biasa menyuplai kebutuhan air untuk warga akan terganggu. Apalagi perusahaan sejauh ini juga belum ada kejelasan komitmen lingkungan,” katanya.

Syarifin, warga lainnya menilai sosialisasi dari pihak perusahaan PT Malindo Feedmill Tbk berasal dari Malaysia, belum optimal. Sebab, banyak warga yang buta ikhwal rencana operasi pabrik.

“Warga masih banyak yang kurang tahu tentang operasi pabrik nantinya, termasuk jumlah penyerapan tenaga kerja. Perizinan telah beres atau belum, warga juga belum tahu,” katanya.

Khasan Asy’ari, Manajer PT Malindo Feedmill Tbk meminta warga tidak terlalu mencemaskan bau dan lalat ketika pabriknya beroperasi. Sebab, pabrik serupa juga berdiri di daerah lain.

“Pabrik kita itu hanya ternak ayam. Soal bau nggak perlu khawatir. Bisa dilihat pabrik kita yang di Gresik. Aman. Nanti di silaturahmi kita yang berikutnya, kita jelaskan,” katanya.

Soal kebutuhan air, menurutnya, diperlukan 1.800-2.000 kubik per bulan atau sekitar 60 kubik per harinya. Ia yakin, kebutuhan air itu tidak akan sampai mengganggu warga.

“Mengenai tenaga kerja, 75 persennya kami prioritaskan dari warga lokal Kasreman. Kebutuhan tenaga kerja cukup banyak waktu proyek. Tapi saat beroperasi sekitar 50-70 karyawan,” paparnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan