Orang Gila di Perkampungan dan Jalanan Perlu Dipantau

Jumat, 16 Februari 2018 | 21:32 WIB

Ilustrasi. Seorang gila diamankan polisi di Mapolsek Sulang setelah berusaha mencuri sepeda angin milik warga Desa Jatimudo kecamatan setempat. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Orang gila di perkampungan dan jalanan di Kabupaten Rembang perlu dipantau pergerakannya.

Hal ini mengingat aksi penyerangan terhadap pemuka agama di sejumlah daerah yang pelakunya diduga sebagai pengidap gangguan kejiwaan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (PPKB) Sri Wahyuni mengatakan, pendataan terhadap orang gila di jalanan dilakukan saat ada operasi pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT).

“Pendataan dilakukan setahun tiga kali,” katanya.

Hanya saja, pendataan ini dilakukan bersama Satpol PP. Jika pun ada masyarakat yang resah terhadap orang gila berseliweran, disilakan melapor kepada Satpol PP.

“Saat dilakukan razia atau operasi, orang gila yang terdata biasanya 10-15 orang,” katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang Waluyo menyatakan siap membantu pihak Dinas Sosial PPKB dalam mendata jumlah orang gila yang berseliweran.

Hal ini sekaligus menyikapi kasus orang gila menyerang pemuka agama sebagaimana terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya, tugas pendataan menjadi wewenang Dinas Sosial PPKB, sedangkan penertiban terhadap orang gila, termasuk PGOT menjadi kewenangan Satpol PP.

“Ketika ada orang gila atau gelandangan psikosis yang harus dibawa ke RSJ di Semarang, Satpol PP juga yang mengawal,” katanya.

Waluyo menegaskan, razia atau operasi terhadap PGOT dilakukan secara rutin per triwulan. Namun, sejauh ini pihaknya belum mengagendakan penertiban.

Razia baru dijadwalkan nanti di triwulan kedua. Soal penertiban insidensial, ia menunggu laporan masyarakat.

Sebelumnya, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengimbau masyarakat agar mewaspadai orang-orang dengan perilaku aneh atau mencurigakan di perkampungan.

Polisi juga mengerahkan Babinkamtibmas untuk mengamankan pemuka agama dari teror.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan