Operasi Dibatasi, PlayStation Membangkang Instruksi Bupati

Jumat, 17 Juni 2016 | 14:18 WIB
PlayStation di bilangan Jalan Selamet Riyadi Dukuh Karangmencol Desa Sumberjo Kecamatan Rembang diketahui beroperasi pada sekitar pukul 20.30 WIB. Bupati Rembang menginstruksikan usaha playstation hanya beroperasi pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB, selama bulan Ramadan 1437 Hijriah. (Foto: Pujianto)

PlayStation di bilangan Jalan Selamet Riyadi Dukuh Karangmencol Desa Sumberjo Kecamatan Rembang diketahui beroperasi pada sekitar pukul 20.30 WIB. Bupati Rembang menginstruksikan usaha playstation hanya beroperasi pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB, selama bulan Ramadan 1437 Hijriah. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah usaha playstation diketahui melanggar instruksi Bupati Rembang tentang pembatasan jam operasi untuk layanan jasa usaha tersebut di bulan Ramadan 1437 Hijriah.

Pasalnya, lewat sebuah razia yang dilakukan oleh aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), Kamis (16/6/2016) malam, banyak playstation yang buka.

Padahal di bulan Ramadan, mereka hanya boleh beroperasi pukul 13.00 hingga pukul 17.00 WIB, sedangkan dari razia tadi malam terungkap bahwa mereka beroperasi sejak pagi sampai malam dengan istirahat sesaat ketika masuk waktu berbuka puasa.

Seperti Roy Jaya PlayStation di bilangan Jalan Slamet Riyadi, wilayah Dukuh Karangmencol Kecamatan Rembang, yang kedapatan beroperasi saat tim gabungan tiba sekitar pukul 20.30 WIB.

Kepada petugas, pemilik usaha itu berdalih tidak tahu kalau ada instruksi Bupati Rembang yang membatasi jam operasi playstation, meski diakuinya setiap tahun pada tiga tahun sebelumnya, ia selalu menerima perintah yang sama.

Petugas polisi pamong praja sempat bingung dengan alasan pemilik, yang belum mendapat edaran surat instruksi Bupati Rembang. Terlebih aparat dari Dinas Pariwisata yang bertugas mengedarkan surat dan mestinya ikut razia malam itu, tidak turut serta, sehingga tidak bisa konfirmasi.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno mengatakan, pemilik mestinya tidak membodoh dengan kebijakan pembatasan jam operasi playstation, mengingat masih muda.

“Entah itu dia membodoh atau apa, yang jelas dia masih muda dan mestinya tahu soal instruksi Bupati itu karena tiap tahun biasanya dapat edaran dari pihak pemkab,” ujarnya.

Karena alasan tersebut, pihak Satpol PP juga tidak membawa perangkat apapun untuk disita sebagai barang bukti dari razia kepatuhan terhadap instruksi Bupati, malam itu.

“Tidak ada yang kami sita, tetapi kami sudah langsung beri edaran berisi instruksi Bupati. Alasannya, ya karena mereka belum tahu dan kami tidak bisa menunjukkan bukti kalau surat edaran sudah diberikan,” tandasnya.

Meskipun demikian, pihaknya mewanti-wanti tidak akan memberikan toleransi, apabila ternyata playstation yang bersangkutan dan usaha sejenis lainnya nekat buka kembali.

Malam itu, petugas Satpol PP juga merazia playstation dan bola sodok di wilayah Kecamatan Sulang. Dari dua tempat itu, usaha playstation sekadar diperingatkan agar tidak melanggar lagi jam operasi yang ditentukan.

Sedangkan terhadap bola sodok dan deretan warung kopi di bilangan Jalan Rembang-Blora, tampak sudah tutup pada jam maksimal yang berlaku, yakni pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, berdasarkan pantauan reporter mataairradio, warung kopi berlabel “Putra Dewa” juga di bilangan Jalan Slamet Riyadi tampak buka setidaknya hingga pukul 23.00 WIB.

Begitu pun dengan Roy Jaya PlayStation yang terpantau sudah beroperasi pada Jumat (17/6/2016) sekitar pukul 10.45 WIB. Tampak belasan sepeda motor terparkir, pintu terbuka, dan beberapa perangkat televisi menyala pada waktu tersebut, sehingga pemilik membangkang instruksi Bupati.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan