Numpang Promo Program, Bupati Bagikan 3.000 Bingkisan Lebaran

Saturday, 2 July 2016 | 12:37 WIB
Bupati Rembang membagikan bingkisan lebaran kepada para abang becak, tukang ojek, dan fakir miskin di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu (2/7/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang membagikan bingkisan lebaran kepada para abang becak, tukang ojek, dan fakir miskin di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu (2/7/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz membagikan bingkisan lebaran bagi para abang becak, tukang ojek, dan fakir miskin, Sabtu (2/7/2016) pagi di pendapa rumah dinas wakil bupati setempat.

Jumlah bingkisan berisi empat kilogram beras dan lima bungkus mie instan yang dibagikan pagi itu sebanyak 1.000 paket. Namun bingkisan serupa masih akan diberikan kepada kelompok sejenis di Kecamatan Lasem, Kragan, dan Pamotan.

Menurut Bupati, jumlah total bingkisan yang diberikan mencapai 3.000 paket terdiri atas Kecamatan Rembang 1.000 lebih paket, kemudian Lasem, Kragan, dan Pamotan masing-masing 500 paket.

“Mengenai kecamatan lain seperti Sumber, Sluke, Sarang, dan lainnya, sudah kita upayakan dari surplus pengelolaan dana simpan pinjam di PNPM seperti di Sumber yang mengkaver 720 fakir miskin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selain karena ingin berbagi dengan para abang becak, tukang ojek, dan fakir miskin, distribusi bingkisan lebaran itu juga dipakai sebagai ajang promo program pemerintah kabupaten.

“Misalnya soal pemerintah yang sedang memproses jalan yang selama ini rusak belum tertata, kemudian warga kurang mampu berprestasi kami kuliahkan sampai S-1, termasuk biaya hidup dan biaya kuliahnya. 2017 akan kita mulai,” bebernya.

Juga, katanya, soal kesehatan, yang mana warga kadang tidak tahu tentang perlakuan Pemerintah Kabupaten Rembang terhadap warga kurang mampu yang terlewat dari distribusi kartu Indonesia sehat (KIS).

“Kita memang sudah mengkaver 10.000 lebih warga kurang mampu yang terlewat dari KIS guna dibiayai dengan APBD kabupaten sebagai peserta BPJS kesehatan, tetapi masih ada saja yang terlewat. Kita sudah minta pihak desa mendata lagi warganya,” tandasnya.

Sementara itu, mengenai sumber dana untuk pembagian bingkisan lebaran ini, Bupati menyebut bahwa anggarannya berasal dari himpunan para pejabat dan dari karyawan bank, sehingga berjumlah sekitar Rp80 juta lebih.

“Dananya dari pribadi pejabat-pejabat. Saya sampaikan jangan menggunakan APBD, harus uang sendiri. Kalau mau silakan, kalau nggak juga nggak apa-apa. Karyawan bank juga begitu. Dikoordinir masing-masing perbankan,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan