NU Rembang Haramkan Politik Uang dalam Pilkada

Kamis, 10 September 2020 | 17:52 WIB

Ilustrasi. (Foto: cnnindonesia.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang mengingatkan kepada dua pasangan calon yaitu Hafidz-Hanies dan Harno-Bayu untuk tidak menggunakan politik uang dalam kontestasi Pilkada Rembang 2020.

Pasalnya, menurut NU, politik uang termasuk dalam kategori “risywah” atau suap, sehingga bisa merusak proses demokrasi yang ada di Indonesia.

Sekretaris PCNU Rembang Muhtar Nur Halim menegaskan, masyarakat akan sengsara jika calon pemimpin sudah melakukan praktik politik uang. Sebab calon pemimpin yang melakukan suap, saat yang bersangkutan sudah memimpin pasti akan berpikir bagaimana mencari penggantinya.

“Sebagai Ormas keagamaan sikap NU sangat jelas, siapapun dengan profesi apapun saat maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah jika menyuap rakyat maka kedepannya pasti akan korupsi” tegasnya

Ia menjelaskan, PCNU Rembang sendiri dalam posisi mengimbau dan mengingatkan baik kepada penyelenggara, peserta maupun masyarakat di tiap-tiap kesempatan, agar praktik politik uang jangan digunakan saat Pilkada.

Menurutnya, praktik suap dalam politik juga dinilai dapat menjadikan demokrasi di Indonesia tidak ideal, karena kandidat yang terpilih pada umumnya hanya bermodalkan materi, tanpa punya kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin.

Dengan catatan tersebut NU menegaskan tidak sepatutnya masyarakat memilih calon yang melakukan politik uang.

“Pemilu langsung adalah produk di era reformasi. Dengan maraknya politik uang, di sinilah tugas kita semua untuk bersama-sama bersikap dewasa dan
mendewasakan masyarakat, jangan memilih pemimpin hanya karena adanya uang,” pungkasnya.

Salah satu Warga Desa Bonang Kecamatan Lasem, Arinal Haqqal Yaqin mengaku setuju dengan imbauan stop money politic atau politik uang.

Menurutnya, sesuatu hal yang diawali dengan upaya buruk pasti hasilnya juga akan buruk, maka dari itu ia meminta kepada semua calon yang ikut kontestasi Pilkada Rembang 2020 untuk tidak melakukan politik uang.

“Saya sebagai warga setuju tidak ada money politic, karena sesuatu itu kalau diawali dengan ketidak benaran pasti ujungnya ya tidak benar. Sebab dari awal sudah buruk.

Harapan kami sebagai warga kedua pihak Paslon tidak usah menyebar uang untuk meminta dipilih oleh warga,” terangnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan