Ngopi Saat Jam Sekolah, Sebelas Pelajar Digaruk

Senin, 4 Februari 2013 | 17:07 WIB
Sebelas orang pelajar digaruk petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja.

Sebelas orang pelajar digaruk petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja.

REMBANG – MataAirRadio.net, Sebelas orang pelajar digaruk petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang saat tengah asyik ngopi di sebuah warung di bilangan Leteh Kota Rembang, Senin (4/2) pagi.

Dari sebelas pelajar yang digelandang itu sembilan di antaranya merupakan pelajar SMK dan dua orang lainnya merupakan pelajar SMP. Sebenarnya ada lebih dari 20 orang pelajar yang tengah kongko sambil ngopi di warung tersebut. Namun saat petugas dari Satpol PP datang, sebagian dari mereka berhasil kabur.

Mereka yang kena garuk langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Rembang untuk dibina. Ironinya, dari sebuah ponsel milik pelajar yang terjaring itu, petugas mendapati pesan singkat berisi tantangan menenggak minuman beralkohol tinggi.

Seorang petugas Satpol PP Kabupaten Rembang Fajrin Irfana mengungkapkan, razia tersebut digelar lantaran ada laporan dari masyarakat terkait banyaknya pelajar yang membolos dari jam pelajaran dan memilih kongko di warung kopi.

Menurut Fajrin, mereka yang terjaring razia adalah siswa yang terlambat masuk sekolah namun tidak memilih mengikuti pelajaran tetapi justru memutuskan tidak berangkat sekolah sekalian.

Razia terhadap pelajar yang membolos dari jam pelajaran akan diintensifkan sejak Februari ini. Menurut petugas Satpol PP Kabupaten Rembang, Fajrin Irfana razia akan digiatkan di warung-warung kopi, play station, dan warnet.

Ia mengatakan, sanksi yang diberikan sekolah kepada pelajar nakal mungkin belum cukup memberikan efek jera sehingga upaya penertiban oleh pihak Satpol PP akan terus digalakkan.

Terhadap pelajar yang terjaring razia, pihak Satuan Polisi Pamong Praja langsung memberikan pembinaan dan setelah itu dikembalikan ke orang tua atau guru di masing-masing sekolah.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang Edi Purdayanto menambahkan, razia tidak hanya akan digalakkan terhadap pelajar, namun juga kepada para pedagang kaki lima yang masih nekat beroperasi di atas pukul 06.00 WIB, terutama di kawasan trotoar Lasem. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan