Nelayan Rembang Tolak Bantuan Gillnet dari Pemerintah

Senin, 4 Desember 2017 | 18:00 WIB

Bantuan alat tangkap ikan (API) ramah lingkungan jenis Gillnet dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada sejumlah nelayan di Kabupaten Rembang baru-baru ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian besar nelayan di Kabupaten Rembang menolak menerima alat tangkap jenis gillnet dari Pemerintah.

Hingga Senin (4/12/2017), mereka berkukuh menggunakan cantrang untuk menangkap ikan.

Temok Supriyanto, Ketua Paguyuban Nelayan Mina Barokah di Desa Tasikagung Kecamatan Rembang menilai, gillnet hanya cocok untuk nelayan skala kecil.

Menurutnya, menangkap ikan dengan gillnet hanya akan sia-sia karena hasil tangkapannya sedikit, sedangkan dengan cantrang dianggapnya lebih banyak.

“Harapan saya ya Pemerintah membolehkan nelayan menangkap ikan dengan cantrang lagi. Supaya saya masih bisa membayar cicilan utang saya,” ujarnya.

Suwardi, nelayan di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang menyatakan menerima bantuan gillnet dari Pemerintah.

Ia mengaku sudah memanfaatkan bantuan itu. Namun menurutnya, hasil tangkapan ikan dari gillnet tidak sebanyak cantrang.

“Semoga saja cantrang diperbolehkan melaut kembali oleh pemerintah, sehingga nelayan sejahtera,” harap Suwardi.

Sementara itu, beberapa nelayan dikabarkan justru menjual gillnet, bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun tidak satu pun nelayan yang mau mengonfirmasi kabar ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman membenarkan, nelayan cantrang menolak menerima bantuan gillnet, sedangkan nelayan kecil mau menerimanya.

Suparman belum memberikan pernyataan mengenai upayanya terhadap nelayan yang menolak bantuan gillnet.

“Nelayan yang berkukuh menggunakan cantrang berdalih butuh duit banyak untuk membayar utang,” terangnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan