Nelayan Cantrang Minta Relaksasi Diperpanjang Lagi

Jumat, 22 Desember 2017 | 15:02 WIB

Awak sebuah kapal cantrang sedang memindahkan perbekalan berupa es ke kapal mereka di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang, guna melaut menangkap ikan, Kamis (23/11/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan pengguna jaring cantrang di Kabupaten Rembang meminta masa relaksasi yang mestinya berakhir pada 31 Desember 2017 diperpanjang lagi.

Mereka berdalih untuk beralih dari cantrang masih butuh waktu panjang.

Rasno, nelayan cantrang di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang mengatakan, mengganti cantrang butuh renovasi kapal agar sesuai dengan alat tangkap yang nantinya dipakai.

“Kita mengharap ada perpanjangan lagi (masa relaksasi),” ujarnya kepada mataairradio.

Dana yang dibutuhkan pun, menurutnya, mencapai miliaran rupiah. Waktu yang dihabiskan juga berbulan-bulan.

“Dana untuk peralihan alat tangkap itu minimal tiga miliar rupiah,” sebutnya.

Pemilik kapal motor Bintang Emas Muda ini menyebutkan, mayoritas nelayan cantrang belum akan berganti dengan alat tangkap lain. Mereka kukuh menggunakan jaring cantrang.

Djani, nelayan cantrang lainnya di Kelurahan Gegunung Kulon Kecamatan Rembang bahkan meminta agar penggunaan jaring cantrang dilegalkan.

“Harapan kami tetap; Pemerintah ya melegalkan (cantrang) lah,” katanya.

Menurutnya, tidak ada alasan melarang cantrang, karena alat tangkap itu ramah lingkungan. Bahkan, ia menyatakan, uji petik membuktikan bahwa cantrang tidak merusak.

“Sampai sekarang, yang namanya cantrang masih ramah lingkungan. Jadi mohon maaf kalau ada anggapan cantrang merusak lingkungan salah,” katanya.

Apalagi, sejauh ini ia menilai, belum ada alat tangkap yang seefektif dan seefisien cantrang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Rembang Japar Lumban Gaol mengatakan, hingga Jumat (22/12/2017) ini, baru empat kapal yang beralih dari cantrang ke gillnet.

Padahal jumlah kapal cantrang di Rembang, menurutnya, mencapai 255 unit. Bobotnya beragam, mulai 10 hingga 70 grosston.

Japar mengatakan, nelayan enggan beralih dari cantrang dengan dalih belum cukup modal, tidak terampil menggunakan alat tangkap baru, dan berharap masa relaksasi diperpanjang lagi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan