Nelayan Cantrang Minta Pemerintah Beli Kapal Mereka

Selasa, 2 Januari 2018 | 20:49 WIB

Kapal berjaring cantrang resmi dilarang beroperasi per 1 Januari 2018. Sebanyak 300-an kapal cantrang milik nelayan di Kabupaten Rembang kini berlabuh di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang meminta kepada Pemerintah Pusat untuk membeli kapal-kapal mereka.

Solusi ini dinilai efektif begitu larangan cantrang mulai berlaku 1 Januari 2018.

Rasno, salah seorang tokoh nelayan cantrang di Kabupaten Rembang mengaku pernah mengusulkan hal semacam itu.

“Tetapi usulan saya ini tidak pernah didengar. Padahal jika Pemerintah mau membeli kapal ini, nelayan tidak akan merugi,” katanya Selasa (2/1/2017).

Dengan membeli kapal-kapal itu, menurutnya, program Pemerintah yang melarang penggunaan jaring cantrang juga akan bisa berjalan.

“Sementara, nelayan bisa beralih menjadi buruh atau pekerjaan lain yang memadai,” tandasnya.

Rasno yang merupakan Kepala Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang ini mengaku bingung karena saat sekarang nelayan cantrang tidak bisa lagi melaut.

“Kantor PPP Tasikagung tak lagi mau mengeluarkan izin berlayar,” katanya.

Sementara, kebanyakan nelayan cantrang berhutang miliaran rupiah kepada pihak bank.

“Perbankan yang dipinjami dana merupakan bank Pemerintah. Januari ini mereka masih mampu bayar, tapi Februari belum tentu,” keluhnya.

Ia menegaskan, hutang-hutang nelayan cantrang itu tidak difasilitasi program Pemerintah.

“Nelayan menjaminkan bork seperti sertifikat rumah mereka sendiri,” bebernya.

Rasno masih berharap agar pelarangan cantrang ditangguhkan.

Beberapa nelayan cantrang lainnya menambahkan, sebenarnya mereka mau saja beralih alat tangkap.

“Tetapi sejauh ini belum ada alat tangkap yang efektif seperti cantrang. Mereka yang beralih ke gillnet, juga gagal,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penangkapan ikan perlu dikendalikan demi kelestarian laut dan masa depan anak cucu.

Penggunaan cantrang tetap dilarang mulai 1 Januari 2018.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan