Nelayan Cantrang Bersiap Melaut dengan Surat Sakti Kapolri

Jumat, 26 Januari 2018 | 15:32 WIB

Ratusan kapal cantrang milik nelayan dari berbagai daerah di Pesisir Kecamatan Rembang tampak masih berlabuh di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung hingga Senin (16/1/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang disebut telah bersiap melaut.

Padahal, surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan surat izin berlayar (SIB) belum mereka kantongi.

Sekretaris Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang Lestari Priyanto mengakui, pihaknya sempat resah karena surat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan soal cantrang tak kunjung turun.

Ia hanya mendengar kabar kalau surat edaran dari KKP masih digodok.

“Kami lalu mencari terobosan agar bisa segera melaut. Terobosan ini adalah melaut dengan bekal surat sakti dari Kapolri,” ungkapnya, Jumat (26/1/2018).

Sebelumnya, Kapolri dalam pemberitaan media menegaskan imbauan untuk tidak menindak nelayan cantrang.

Imbauan ini berlaku bagi kepolisian se-Indonesia. Sikap Polri ini mengacu kebijakan Presiden.

Presiden Joko Widodo memperbolehkan nelayan menggunanakan cantrang dalam mengambil ikan, selama menunggu solusi lain.

Menurut Lestari, nelayan cantrang berkapal di bawah 30 grosston, malah sudah melaut.

“Mereka ini melaut harian. Berangkat pukul 03.00 dini hari, pulang pukul 12.00 siang. Jumlah mereka sekitar 10 kapal,” katanya.

Sebenarnya, kapal di bawah 30 GT ini pun harus mengantongi izin. Tetapi nelayan cantrang ini cuek saja.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Japar Lumban Gaol menyatakan, nelayan semestinya mengantongi SIPI dan SIB dulu sebelum melaut.

“Baik nelayan cantrang besar maupun kecil, wajib punya SIPI dan SIB dulu,” katanya.

Menurutnya, jumlah kapal cantrang di kabupaten ini, tembus 300-an kapal. Namun yang berbobot mati di bawah 30 grosston, jumlahnya memang hanya beberapa.

“Betul. SIPI dan SIB baru, belum bisa diproses,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan