Mutu Air PDAM Dikeluhkan Pelanggan di Kaliori

Tuesday, 31 January 2017 | 16:34 WIB

Endang Shofiyah, seorang pelanggan di wilayah RT 1 RW 1 Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menunjukkan perbandingan penampakan air dari PDAM (keruh) dengan air hujan di rumahnya, Selasa (31/1/2017). (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Mutu air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang dikeluhkan oleh sejumlah pelanggan di wilayah Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

Endang Shofiyah, seorang pelanggan di wilayah RT 1 RW 1 Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menyebut air dari PDAM yang keluar dari pipa di rumahnya berwarna keruh kecoklatan.

Kondisi yang demikian, menurutnya, sudah cukup lama atau sejak kemarau panjang tahun lalu. Begitu air PDAM mengalir lagi setelah kemarau itu, airnya tampak langsung kotor.

“Sejak mengalir tahun 1990-an, air kotor tidak separah ini. Dulu kotor saat air baku dari Embung Banyukuwung menipis. Tapi sekarang saat air melimpah, tetap saja kotor, malah lebih parah,” katanya, Selasa (31/1/2017).

Ia menduga, pengolahan air PDAM, terutama yang air bakunya berasal dari Embung Banyukuwung, tidak maksimal. Ia berharap kepada PDAM agar segera mengatasi masalah mutu air tersebut.

Secara terpisah, Direktur PDAM M Affan mengaku akan menindaklanjuti komplain pelanggan dengan melakukan pengujian di lapangan. Sesuai dengan standar operasional prosedur, pihaknya akan cek pipa dan keran air pelanggan.

“Pipa yang mengalirkan air baku di Gunungsari (berasal dari Embung Banyukuwung, red.) adalah pipa yang paling sering diuji laboratorium oleh PDAM karena sering ada keluhan dari pelanggan. Kami akan uji di lapangan,” katanya.

Ia menduga, air kotor yang keluar dari pipa di rumah pelanggan terjadi karena pengendapan di pipa, bukan di reservoar (tempat penampungan air baku PDAM, red.). Kemungkinan tindak lanjutnya, akan dilakukan pengurasan di jalur pipa.

“Nggak mungkin (mengalirkan air kalau tidak laik). Uji lab kami lakukan rutin secara internal maupun dengan dinas kesehatan. Dugaan kami, di peralon pelanggan kotornya, karena sistem pengaliran air di daerah sana kan belum 24 jam,” tandasnya.

Terkait kemungkinan komplain yang sama di lain daerah, Affan meminta kepada pelanggan agar menyampaikannya saja melalui layanan SMS ke 085800001610. Komplain agar disertai dengan kode pelanggan sesuai dengan yang tercantum pada rekening pembayaran tagihan air.

“Nanti kalau ada SMS dari kode pelanggan itu, di server kantor induk, akan menunjukkan lokasi lapangan. Tindak lanjutnya biasanya buka keran bak kamar mandi atau proses pemeriksaan sesuai jalur pipa atau peralon dari rumah pelanggan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan