Minta Maaf, LSM Ini Janji Ganti Logo Oi

Tuesday, 9 January 2018 | 18:28 WIB

Badan Pengurus Kota (BPK) Ormas Oi Rembang resah oleh beredarnya undangan dan permohonan sumbangan yang mencantumkan logo menyerupai Oi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Orang Indonesia menyatakan meminta maaf kepada Badan Pengurus Kota (BPK) Ormas Oi Kabupaten Rembang atas pencantuman logo Oi di undangan pentas musik dan khitanan massal yang akan mereka gelar.

“Saya meminta maaf kalau kemudian penggunaan logo Oi menjadi meresahkan teman-teman BPK Ormas Oi Rembang. Logo (LSM) itu sengaja saya mirip-miripkan karena saya penyuka Iwan Fals,” kata Ketua LSM Orang Indonesia A Satrio kepada mataairradio.

Ia mengaku membuat logo yang dimirip-miripkan Ormas Oi pada 2007, sedangkan LSM-nya baru didaftarkan ke Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang pada tahun 2009.

Ia juga mengakui, masa berlaku surat keterangan terdaftar untuk LSM-nya, sudah habis sejak 2014. Sekretariatnya, dulu di Jl Soedirman 85 Rembang, tetapi akan dipindah di kediamannya di Perum Tireman.

Sementara itu, atas protes dari BPK Ormas Oi Kabupaten Rembang, ia menyatakan akan mengganti logo Oi yang sempat digunakannya.

“Saya akan ganti nama LSM menjadi Orang Indonesia Rembang, dan logonya menjadi OiR. Sederhana, kotak terus ada tulisan OiR. Banyak reaksi atas penggunaan logo Oi, terutama dari BPK Ormas Oi,” katanya saat wawancara via telepon, Selasa (9/1/2018) petang.

Satrio juga berjanji menarik seluruh surat yang memuat logo Oi. Penarikan akan dilakukannya mulai Selasa (9/1/2018) ini. Seluruh anggotanya sudah diberikan perintah untuk melakukan penarikan itu, dan tidak lagi menggunakan logo Oi.

“Ada 40-an undangan yang telah beredar. Kita minta ditarik semua,” katanya.

Ia menepis anggapan bahwa pihaknya juga menggunakan logo Oi untuk mencari sumbangan. Sebab yang dilakukannya adalah menyebar permohonan membeli tiket untuk pentas musik di Gedung Haji Rembang pada 24 Februari 2018.

“Itu bukan permintaan sumbangan, tetapi permohonan untuk membeli tiket. Antara Rp50.000 sampai Rp100.000. Saya belum cek ke anggota,” tandasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (9/1/2018) siang, Badan Pengurus Kota (BPK) Ormas Orang Indonesia (Oi) Rembang menyatakan resah oleh beredarnya undangan dan permohonan sumbangan yang mencantumkan logo menyerupai Oi.

Ketua BPK Ormas Oi Kabupaten Rembang Muhammad Saiful Bahri menyatakan keberatan dengan penggunaan nama dan logo mirip Oi. Pihaknya meminta LSM Orang Indonesia untuk menarik kembali undangan yang telah beredar serta mengganti nama dan logo.

“Dia mengatasnamakan Oi meminta dana-dana di masyarakat. Itu meresahkan. Dia terserah mau bikin LSM. Tapi logo dan namanya itu harus diganti,” kata Saiful kepada mataairradio.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan