Minim Peminat, KPU Perpanjang Pendaftaran PPK di Sluke

Selasa, 17 Oktober 2017 | 22:06 WIB

Grafik jumlah pendaftar calon PPK untuk Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Rembang hingga batas akhir masa pendaftaran pada Selasa (17/10/2017) pukul 16.30 WIB). (Sumber KPU Kabupaten Rembang)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang memperpanjang waktu pendaftaran panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kecamatan Sluke.

Pasalnya, sampai dengan berakhirnya masa pendaftaran, Selasa (17/10/2017) pukul 16.00 WIB, jumlah peminat di kecamatan tersebut masih kurang dari dua kali kebutuhan calon anggota PPK.

Jumlah pendaftar calon anggota PPK Sluke hingga batas akhir masa pendaftaran hanya delapan orang, sedangkan dua kali kebutuhannya adalah sepuluh orang.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang M Adib Ulinnuha mengatakan, perpanjangan waktu pendaftaran tersebut berdasarkan surat dari KPU Provinsi Jawa Tengah pada hari yang sama.

“Pemberian perpanjangan waktu pendaftaran PPK di Kecamatan Sluke sebagai tindaklanjut atas surat dari KPU Jawa Tengah,” katanya kepada mataairradio.com.

Ia berharap, kesempatan perpanjangan waktu pendaftaran hingga 18 Oktober 2017 pukul 16.00 WIB tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Sluke.

“Kami akan umumkan hal ini setidaknya di laman resmi KPU dan di papan pengumuman pada kantor KPU Kabupaten Rembang,” terangnya.

Secara keseluruhan, menurut Adib, ada 272 orang pendaftar calon anggota PPK untuk Pilgub Jawa Tengah 2018, terdiri atas 174 laki-laki dan 98 perempuan.

“Pendaftar terbanyak ada di Kecamatan Pamotan dan Rembang dengan 29 orang,” pungkasnya.

Syarat untuk menjadi calon anggota PPK antara lain warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun, dan berpendidikan serendah-rendahnya SMA.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan