Menteri BUMN Tinjau Pro-Kontra Pabrik Semen Rembang

Selasa, 9 Agustus 2016 | 23:00 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (berbaju putih) didampingi Dirut BTN Maryono (paling kiri), Bupati Rembang Abdul Hafidz, dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto, saat dialog bersama warga di Pendapa Museum Kartini Rembang, Selasa (9/8/2016). (Foto: Pujianto)

Menteri BUMN Rini Soemarno (berbaju putih) didampingi Dirut BTN Maryono (paling kiri), Bupati Rembang Abdul Hafidz, dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto, saat dialog bersama warga di Pendapa Museum Kartini Rembang, Selasa (9/8/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meninjau langsung pro dan kontra pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Selasa (9/8/2016) siang.

Rini datang ke tenda yang dihuni ibu-ibu penolak pendirian pabrik semen di bagian pangkal akses menuju tapak pabrik tersebut. Seusai sempat berbincang dengan ibu-ibu mengenai aspirasi penentangan mereka terhadap pabrik semen, Menteri Rini bergeser ke Tegaldowo.

Di desa itu, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini meninjau situsi di kampung tersebut. Sempat pula dia berbincang dengan tokoh penentang pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Sukinah dan Joko Priyanto.

Setelahnya, Rini menuju Pendapa Museum Kartini Rembang. Di tempat ini, Menteri BUMN disambut Bupati dan Wakil Bupati Rembang, jajaran forum komunikasi pimpinan daerah setempat, dan sekitar 25 orang yang diketahui sebagai warga yang pro atau mendukung pabrik semen.

Pada kesempatan tersebut, Rini mengatakan, dirinya datang ke Tegaldowo, termasuk ke tenda dan pendapa museum guna ingin tahu persoalan dan kondisi warga, terkait dengan program pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia di wilayah Kabupaten Rembang.

“Terus terang saya ingin langsung tahu persoalan apa dan hal apa yang dapat kami programkan untuk memperbaiki keadaan di sana. Apakah mengenai pertanian atau khawatir pengairan. Saya ingin mendapat masukan dahulu,” katanya.

Masih terkait dengan persoalan pro-kontra pendirian pabrik semen milik Negara yang dilatari kekhawatiran krisis air akibat penambangan dan soal Amdal yang dinilai abal-bal, juga latar dampak positif pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja, Rini mengajak anak buah.

“Nanti saya akan membuat program. Di sini tidak satu BUMN saja yang saya ajak. Ada Dirut BNI, Wakil Direktur Bank Mandiri, kemudian Dirut BRI dan Dirut PLN. Sengaja kami datang, biasanya kita ada program yang dibuatkan bersama BUMN yang lain,” tandasnya.

Selepas dari museum, sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan Menteri BUMN bertolak dari Kabupaten Rembang menuju Semarang. Rini sedianya mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya di Semarang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan