Menipu Berkedok CPNS, Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Senin, 12 Februari 2018 | 19:30 WIB

Penyidik memeriksa tersangka pelaku penipuan berkedok CPNS, NSU (29), warga Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori di Mapolres Rembang, Senin (12/2/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi menangkap seorang ibu rumah tangga warga Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori, Ahad (11/2/2018) kemarin.

Diduga, wanita berinisial NSU (29) ini melakukan tindak pidana penipuan dengan modus menjanjikan korbannya menjadi seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Awalnya, pada Mei tahun 2015 silam, korban bernama Himawan Sutanto (36) warga Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem, didatangi seorang perempuan warga Desa Sudan Kecamatan Kragan berinisial Nis.

Himawan dan orang tuanya diberi tahu bahwa teman Nis bisa memasukkan orang menjadi CPNS.

Saat itu, korban tak langsung percaya. Himawan dan adiknya Arief Wicaksono pun lantas diajak bertemu dengan NSU.

Tersangka lalu menawarkan pilihan menjadi CPNS; apakah di dinas kesehatan atau dinas perindustrian.

Syaratnya salinan KTP, ijazah, SKCK, pas foto 4×6, dan uang administrasi sebesar Rp10 juta.

Berselang hari atau pada tanggal 27 Mei 2015, korban datang kembali dan menyerahkan persyaratan tersebut.

Oleh tersangka, korban diberi surat perjanjian yang sudah disiapkan. Namun beberapa hari kemudian, korban diminta datang kembali dan uang administrasi menjadi sebesar Rp75 juta.

Setelah uang administrasi dibayarkan, hingga bulan April 2016, SK CPNS yang dijanjikan oleh tersangka tennyata hanya akal-akalan.

Total uang Rp105 juta juga tidak dikembalikan. Himawan akhirnya melaporkan persoalan ini ke Polres Rembang, yang berujung penangkapan terhadap NSU.

NSU kini ditahan oleh penyidik di Mapolres Rembang.

Polisi mengamankan surat perjanjian kesepakatan bermaterai, kuitansi titipan uang, slip bukti transfer, dan foto saat Himawan menyerahkan uang kepada tersangka.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan, hingga Senin (12/2/2018) ini, penyidik masih memeriksa tersangka.

“Kasus masih ditangani,” katanya.

Menurut Kapolres, menjadi pegawai negeri sipil sejauh ini masih menjadi idola masyarakat, sehingga modus penipuan semacam itu masih akan terjadi.

Ia berharap masyarakat tak mudah percaya dengan penawaran menjadi CPNS lewat jalur belakang. Apalagi Pemerintah tidak lagi mengenal cara semacam itu.

“Jangan gampang percaya bila ada orang menjanjikan jadi CPNS, atau anggota Polri. Itu modus penipuan. Karena penipuan, berarti kalau ada tawaran begitu, jelas nggak bener,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan