Meningkat, Kasus Campak Mengancam Warga di Rembang

Rabu, 30 November 2016 | 16:27 WIB
Ilustrasi. (Foto: harnas.co)

Ilustrasi. (Foto: harnas.co)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jumlah penderita campak di Kabupaten Rembang meningkat dalam dua bulan terakhir, sehingga ancaman baru bagi warga di daerah ini.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang Giri Saputra mencatat ada sembilan penderita campak yang sempat dirawat pihaknya.

“Sekitar Oktober-November ada peningkatan. Sudah kita laporkan ke DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten, red.). Kemudian terkait hal ini kita telah lakukan pencegahan,” katanya, Rabu (30/11/2016).

Ia menyatakan telah meminta petugas yang memberi pelayanan terhadap pasien maupun pasien yang lain, agar selalu memakai masker karena penularan campak melalui udara.

“Kepada petugas keamanan dan ketertiban RSUD, juga kami minta untuk melarang anak-anak sehat di bawah 14 tahun masuk ke areal di dalam rumah sakit,” tandasnya di rumah sakit.

Terhadap pasien penderita campak yang mayoritas anak-anak, pihaknya melokalisirnya di Ruang Flamboyan RSUD dr R Soetrasno dan saat ini sudah tidak ada lagi yang dirawat.

“Data pasien secara pasti kami belum bisa sampaikan. Kami belum lokalisasi, mayoritas pasien berasal dari mana. Yang kami ingat, yang terbaru dari wilayah Kragan dan Pamotan,” katanya.

Dari keterangan yang diperoleh pihak rumah sakit dari pasien atau keluarganya, gejala mula dari campak adalah suhu badan panas dan diikuti oleh bintik-bintik pada kulit.

“Soal apakah penyakit campak terpengaruh oleh cuaca dan apakah mereka yang terkena ini adalah yang dulunya terlewat dari imunisasi atau tidak, kami tidak bisa memastikan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii membenarkan adanya peningkatan kasus campak pada dua bulan terakhir dan saat ini tengah ditangani oleh pihaknya.

“Benar. Untuk bulan Oktober terdapat empat kasus terduga campak. Setelah kita lakukan pemeriksaan ke Balai Labkes Yogyakarta, ternyata tiga yang positif,” ungkapnya.

Sementara pada bulan November terdapat enam kasus terduga campak, yang sampai saat ini hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Labkes Yogyakarta, belum didapatkan pihaknya.

“Tindak lanjut yang dilakukan DKK adalah dengan melakukan kegiatan penguatan imunisasi di desa dengan kasus positif. Besok Jumat kini akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan