Menanti Dampak Operasi Simpatik Terhadap Angka Kecelakaan

Senin, 6 Maret 2017 | 13:16 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kasdim 0720 Mayor Inf Haryanto dan Kasatlantas Polres Rembang AKP M Rikha Zulkarnaen mengenakan helm standar kepada pengguna jalan yang tertib saat Operasi Simpatik 2017 di kawasan Alun-alun Rembang, Senin (6/3/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati dan Wakil Bupati Rembang ikut terjun dalam Operasi Simpatik Candi 2017 guna mengampanyekan tertib dan keselamatan berlalu lintas bagi para pengguna jalan di daerah itu.

Dalam operasi yang digelar di kawasan Alun-alun Rembang, Senin (6/3/2017), Bupati Abdul Hafidz dan Wabup Bayu Andriyanto tampak aktif mengimbau pengendara dan membagikan hadiah berupa helm, kaos, dan payung kepada pengguna jalan yang tertib.

Keduanya didampingi Kasdim 0720 Rembang Mayor Infanteri Haryanto, Kepala Dinas Perhubungan Suyono, dan Kepala Satlantas AKP M Rikha Zulkarnaen. Operasi tersebut berlangsung selama sekitar 1,5 jam.

Hafidz menyatakan mendukung pelaksanaan Operasi Simpatik. Pasalnya, jumlah kendaraan meningkat dari tahun ke tahun, yang sekaligus perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas. Jangan sampai peningkatan jumlah kendaraan justru mengerek angka kecelakaan.

“Karena bisa saja kecelakaan merenggut nyawa seseorang dalam hal ini kepala keluarga, atau mungkin cacat fisik yang tentu menjadikan suatu keluarga kehilangan sosok pencari nafkah keluarga. Ini harus kita cegah, minimal kita kurangi. Dan (operasi) ini salah satu upaya,” katanya.

AKP M Rikha Zulkarnaen mengatakan, keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah pada pelaksanaan Operasi Simpatik 2017 menunjukan kepedulian mereka terhadap ketertiban berlalu lintas masyarakatnya.

“Dari pantauan selama 1,5 jam pelaksanaan Operasi Simpatik di Jalur Pantura sekitar Alun-alun Rembang sebagian besar pengendara tertib,” katanya kepada para pewarta.

Pihaknya mencatat, jumlah teguran pelanggaran sejak hari pertama pelaksanaan Operasi Simpatik sebanyak 353 teguran pelanggaran. Hal itu lantaran tujuan operasi ini diprioritaskan untuk membina dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan