Menag Buat Puisi Khusus Untuk Kiai Maimun

Jumat, 13 September 2019 | 03:03 WIB
Menteri Agama Repulik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin saat membaca puisinya di Acara Peluncuran Buku Antologi Puisi, berjudul “Selasa di Pekuburan Ma’la”, pada Kamis (12/9/2019) malam. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin menciptakan sebuah puisi yang judulnya “Suatu Selasa di Makkah”.

Puisi yang dibuat secara khusus oleh Menteri Agama RI tersebut, untuk mengenang Almarhum Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang merupakan salah satu tokoh ulama asal Rembang, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang.

Menteri Lukman Hakim membacakan puisi buatannya secara langsung pada saat peluncuran buku antologi puisi, berjudul “Selasa di Pekuburan Ma’la”.

Acara yang digelar pada Kamis (12/9/2019) malam, di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh-Rembang itu, sekaligus dalam rangka peringatan 40 hari wafatnya Kiai Maimun.

Sebelum membacakan puisinya, Lukman sempat mengenang tentang bagaimana saat proses pemakaman Kiai Pemersatu Bangsa tersebut. Ia menceritakan, bahwa proses pengurusan pemakaman Mbah Moen saat di Makkah berjalan begitu lancar.

“Karna ketika Beliau (Kiai Maimun), di hari Selasa itu meninggalkan kita semua. Di negeri orang, di suatu tempat yang budayanya, tradisinya, bahasanya, iklimnya, segala aturan regulasinya, itu berbeda sama sekali dengan yang kita alami selama ini di Tanah Air.

Tapi sekali lagi alhamdulillah selama prosesi pengurusan Almarhum Al Maghfurlah (Kiai Maimun), itu begitu lancar,” kata Menteri Agama RI.

Dia mengaku diminta oleh Candra Malik seorang penyair populer, untuk memberikan sambutan sekaligus membuat puisi dan membacakannya secara langsung saat acara peluncuran buku “Selasa di Pekuburan Ma’la”.

“Mas Candara Malik meminta saya untuk hadir di sini, memberikan kata sambutan, sekaligus membacakan puisi. Saya mencoba membuat tulisan yang saya beri judul, ‘Suatu selasa di Makkah’,” ujarnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan