Memasuki Kemarau, Lereng Gunung Bugel Kembali Terbakar

Monday, 27 July 2020 | 16:49 WIB

 

Seorang sukarelawan saat berusaha memadamkan api yang membakar kawasan Gunung Bugel, di Kecamatan Pancur, pada Ahad (26/7/2020) malam. (Foto: mataairradio.com)

LASEM, mataairradio.com – Sebagian lereng Gunung Bugel di Kecamatan Pancur terbakar pada Ahad (26/7/2020) siang sekira pukul 10.00 waktu setempat. Hal tersebut bermula dari pembakaran lahan yang dibiarkan hingga akhirnya merembet kemana-mana.

Ada empat titik api yang menjadi pusat kebakaran itu, hingga akhirnya warga menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan juga berbagai relawan seperti UBALOKA dan BANSER.

Saiful Halim salah satu relawan dari Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) menyatakan, pihaknya mendapatkan laporan warga pada pukul 18.00 waktu setempat.

Dirinya bersama tim gabungan yang berjumlah 16 personel langsung bergerak ke Balai Desa Warugunung Kecamatan Pancur untuk berkoordinasi dengan pihak desa.

“Mendapatkan informasi kami langsung merapat ke Warugunung untuk koordinasi dan bersiap-siap melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Pemadaman dilakukan dengan metode semprot tangki dengan kapasitas 16 liter dan memakai alat pemadaman api tradisional (APAT) karena tidak memungkinkan menggunakan mobil pemadam.

“Tim gabungan menggunakan tujuh alat semprot dan menghabiskan 10 tangki air untuk melakukan pemadaman. Pemadaman selesai sekitar pukul 12 malam karena kondisi medan yang sulit sehingga harus bolak-balik untuk mengisi air,” tuturnya.

Lilik Diarto salah seorang perangkat Desa Warugunung menyatakan, warga setempat bekerja sama dengan tim pemadam hingga tengah malam untuk memadamkan api di sekitar lereng gunung agar tidak merembet lebih luas.

“Memasuki musim kemarau warga supaya berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran. Salah satunya jangan membakar lahan secara sembarangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/7/2020) malam, kawasan Gunung Bugel terbakar, puluhan sukarelawan diterjunkan untuk memadamkan api.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan