Mbah Syarof Ajak Umat Doakan Korban Bencana

Senin, 21 Januari 2013 | 18:45 WIB
KH Syarofuddin Ismail Qoimaz

KH Syarofuddin Ismail Qoimaz

REMBANG – MataAirRadio.net, Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sumber Rejeki Putra 2 di perairan sekitar Pulau Karamaian pada 9 Januari lalu, terus mengundang perhatian dan keprihatinan dari berbagai kalangan.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH Syarofudin Ismail Qoimaz atau lebih akrab disapa Mbah Syarof, kepada reporter MataAir Radio, Senin (21/1) pagi mengungkapkan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Rembang tersebut. Ungkapan rasa belasungkawa tersebut juga diapresiasikan dengan melakukan doa bersama dengan para santri yang diasuhnya.

Doa bersama yang dilakukan tidak hanya ditujukan kepada para korban peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sumber Rejeki Putra 2. Namun juga atas korban bencana lain yang tengah melanda negeri ini, seperti banjir di Jakarta dan beberapa bencana yang terjadi di daerah lain di Indonesia.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Mbah Syarof pun mengajak semua pihak untuk ikut mendoakan. Menurutnya, sebagai bangsa, jika yang satu merasa susah, maka yang lain pun akan merasakan susah pula, begitu juga sebaliknya, jika ada yang sedang mendapatkan kesenangan, yang lain pun tentunya ikut bersyukur.

Khusus, atas musibah tenggelamnya Kapal Motor Sumber Rejeki Putra 2, Mbah Syarof dan para santrinya selalu mendoakan agar para keluarga senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan.

Hingga Senin (21/1), pencarian terhadap 13 awak kapal tersebut masih terus dilakukan oleh armada wilayah timur atau Armatim, baik dengan menggunakan Kapal Perang Indonesia dan helikopter dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat atau Puspenerbad. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan